Akibat Program Stunting Pemerintah, Bayi dari Anggota Demokrat Sumut Jadi Korban Dugaan Malpraktek
Telapak Kaki Merah Membara Akibat Ditusuk Jarum
Artam - Rabu, 15 Maret 2023 23:06 WIB
Poto: Istimewa
Tapak kaki bayi pasangan Ibnu dan Fitri.
"Katanya program ini bisa dilakukan setelah 2 x 24 jam, atau setelah 2 hari kelahiran paling cepat, dan paling lama 5 hari setelah lahir. Tapi sekira waktu magrib, aku lihat kaki anak ku sudah dibalut kain kasa," jelas Ibnu, Anggota Bakomstra Partai Demokrat Sumut.
Rasa khawatir bercampur cemas pun muncul di benak kepala Ibnu. Bayinya yang lahir operasi dalam kondisi sehat dan sempurna, dengan berat badan 2,9Kg, itu kini di telapak kaki sebelah kanannya terbalut perban. Terjawab kekhawatiran Ibnu, program stunting pemerintah yang ditawarkan pihak rumah sakit Mitra Medika telah membuat telapak kaki bayinya cedera berwarna merah membara.
"Di situ aku panik sekali, pas melihat telapak kaki anak ku berubah berwarna merah darah, aku tanya sama perawat tetapi jawaban mereka satupun tak memuaskan. Anak ku terlihat gelisah gitu, macan kesakitan. Jujur aku panik, baru beberapa hari lahir anak ku itu, awalnya cantik kok bisa begini. Sampai besoknya pun aku tak puas dengan jawaban pihak rumah sakit," kata Ibnu.
Setelah berdiskusi dengan keluarga, lanjut Ibnu, akhirnya diputuskan untuk membuat laporan ke polisi. Didampingi pengacara Siti Junaida Hasibuan SH, MKn, laporan Ibnu diterima Polda Sumut dengan bukti laporan nomor: STTLP/B/319/III/2023/SPKT/Polda Sumut, tertanggal 14 Maret 2023.
Siti Junaida Hasibuan SH, MKn, kuasa hukum Ibnu Hutabarat mengatakan, kasus yang menimpa bayi kliennya ini harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah, karena program stunting yang ditawarkan pihak rumah sakit umum Mitra Medika Medan telah mengakibatkan bayi kliennya menderita.
"Saya minta Polda Sumut kerja cepat menindaklanjuti laporan klien saya, agar pemerintah pusat dan daerah segera mengetahui adanya kasus dugaan malpraktek akibat program stunting pemerintah ini," kata Siti.
SHARE:
Editor
: Redaksi