Apa Sebenarnya Yang Ditutupi BPN Deliserdang? Ini Kata Dadang Suhendi
Foto: Istimewa
Kakanwil BPN Sumut Dadang Suhendi.
drberita.id | Apa sebenarnya yang ditutupi oleh BPN Deliserdang, sehingga tidak mau membuka warkah lahan yang di atasnya berdiri Villa Dreamland Resort Sibolongit yang saat ini sedang berpekara di PTUN Medan.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara Dadang Suhendi mengatakan, pada dasarnnya salinan atau copy warkah hanya dapat diberikan kepada pemegang hak yang namannya tercatat pada sertipikat atau buku tanah.
"Juga kepada instansi dalam rangka pelaksanaan tugas, seperti kepolisian, kejaksaan, KPK atau pengadilan," kata Dadang melalui pesan whatsapp, Senin 17 Agustus 2020.
Namun, ketika ditanya bahwa BPN Deliserdang tidak mau menyerahkan warkah ke majelis hakim PTUN Medan, demi kebenaran undang-undang memerintahkan. Begitu juga, apakah BPN Deliserdang tugas dan fungsinya menutupi kebenaran? Dadang Suhendi tidak menjawab.
Kemudian, ketika ditanya lagi apakah tidak ada wewenang dari Kakanwil BPN Sumut untuk memerintahkan Kakan BPN Deliserdang untuk membuka warkah yang diminta majelis hakim PTUN Medan, dan apakah warkah lebih tinggi drajatnya dibandingkan dengan kitab suci seperti Alquran, Injil atau lainnya, sehingga tidak bisa dibuka untuk kepentingan hukum dan kebenaran?
Dadang Suhendi mengatakan tentu saja dapat dipenuhi.
"Bila diminta oleh pengadilan dan kepentingan pengadilan tentu saja dapat dipenuhi. Saya cek ke Kantah Deliserdang," jawab Dadang.
art/drb
SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Proyek Jalan Tol Medan-Binjai Rp 1,1 Triliun Jadi Target Kejaksaan, BPN Sumut dan Kota Medan Digeledah
Puluhan Warga Sibolangit Laporkan BPN dan Polda ke Ombudsman Sumut Gegara PT. NMN
Bertemu Kelompok Tani, Fitriyus Makin Mempersulit Posisi Gubsu
29 Tahun Tidak Selesai, Masyarakat Petani Kelompok 80 Datangi Kantor Menteri Hadi Tjahjanto
Kejatisu Terima Laporan Mafia Tanah dari Wanita Tua
Kuasa Hukum: Perkara Laporan Dugaan Mafia Tanah di Polrestabes Medan Terkesan Lamban
Komentar