Culik dan Aniaya Anak Yatim Piatu, Surya DKK Dilaporkan ke Polres Belawan
Foto: Istimewa
Elida kakak Tegar.
drberita.id | Surya dan kawan-kawan (DKK), Jumat 14 Agustus 2020 dilaporkan ke SPKT Polres Belawan atas tuduhan penculikan, penganiayaan dan mempermalukan Tegar (17) warga Lingkungan X Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, yang diketahui seorang anak yatim piatu.
Elida, kakak korban usai melapor ke Polisi mengatakan, pengakuan Tegar dan saksi-saksi padanya bahwa adiknya dibawa 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan dari tempat kerjanya di parkiran PT Ayu, Jalan Titi Pahlawan Kelurahan Rengas Pulau, pada Selasa 4 Agustus 2020 sekitar pukul 23.00 WIB.
"Adik saya dibawa paksa oleh 3 orang yang salah satunya diketahui bernama Surya beralamat di Jalan Marelan 9, Gang Rahayu Lingkungan 7, Kelurahan Tanah 600, Medan Marelan. Ia dibawa dari tempat kerja di parkiran Pabrik Udang PT Ayu Jalan Titi Pahlawan. Adik saya dituduh mencabuli kerabat Surya," kata Elida, Sabtu 15 Agustus 2020 malam.
Menurut Elida, adiknya dibawa ketiga orang itu ke ke rumah Mak Intan di Gang Rahayu. "Adik saya mengaku mengalami kekerasan fisik hingga pukul 03.00 dinihari dan dipaksa mengaku mencabuli kerabat mereka," paparnya.
Rabu 5 Agustus 2020 pagi, lanjut Elida, adiknya dibangunkan dengan cara ditendang badannya dan diarak ke simpang Jalan Marelan 9/Jalan Marelan Raya dengan dipakaikan kertas bertuliskan 'Aku Pemerkosa' hingga kekerasan fisik terus terjadi pada Tegar.
Sesuai dengan pengakuan Tegar, kata Elida, adiknya dibawa ke Polres Belawan dan diserahkan ke penyidik bernama Harda. Hingga kini status Tegar menjadi tahanan polisi atas laporan pencabulan anak di bawah umur.
Atas kejadian ini, Elida merasa adiknya telah dizolimi dan mengadukan hal itu ke polisi sesuai laporan: STTPLM/150/VIII/2020/SPK-TERPADU tanggal 14 Agustus 2020 diterima Briptu Aris Rahman, Ka SPKT Ipda Khairi Amri.
Sebelumnya, Kamis 13 Agustus 2020, Tegar yang mengaku korban penculikan terpaksa mengakui perbuatannya di depan penyidik Polres Belawan karena takut dipukuli lagi oleh Surya DKK.
"Saya tak ada melakukan pencabulan pak. Tapi di depan polisi saat mengatakan ada melakukan karena takut dipukuli lagi oleh Bang Surya dan kawan-kawannya," ucap Tegar.
Terpisah, saksi penculikan, Helmi dan Fandi mengaku, Selasa 4 Agustus 2020 malam di lokasi kerja mereka ada kedatangan 3 orang yang mengaku keluarga mereka dicabuli Tegar dan memaksa ikut dengan mereka.
"Saya melihat Tegar dibawa 3 orang, 2 laki laki dan 1 wanita. Salah satunya bernama Surya anak Pasar 1 Marelan," kata Helmi.
art/drb
SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Guru Cabul di Taput Ditangkap Polisi, Korbannya Murid Pria
Ayah Bejat Cabuli Tiga Puteri Kandung di Simalungun Ditangkap
Suami Wakil Bupati Labuhanbatu Dilaporkan ke Polisi Kasus Pencabulan
Video Mesranya Beredar, Natasha Wilona Santai Saja
Hamili Fisioterapi 4 Bulan, Anggota TNI dilaporkan ke PM Kodam I/BB
Pemerkosa Santriwati di Kamar Mandi Masjid At Taubah Terancam 15 Tahun Penjara
Komentar