Kapolda Sumut: Media Satu Sisi yang Tidak Dapat Dipisahkan
Lokakarya dan Sarasehan Kompolnas
Redaksi - Kamis, 12 Oktober 2023 10:23 WIB
Poto: Istimewa
Lokakarya dan Sarasehan Kompolnas RI.
drberita.id -Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan kebebasan Pers, kebebasan berekspresi, dan penanganan kekerasan terhadap jurnalis, merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
"Ini satu bagian yang tidak dapat dipisahkan untuk melayani dan mengayomi masyarakat, serta bagaimana cara menangani dunia maya atau media, dimana media ini menjadi satu sisi yang tidak dapat dipisahkan," ungkap Irjen Agung di acara Lokakarya dan Sarasehan Kompolnas RI tentang Kebebasan Pers, kebebasan berekspresi, dan penanganan kekerasan terhadap jurnalis untuk anggota Polri di Hotel Cambridge, Medan, Selasa 10 Oktober 2023.
"Kita melihat bahwa ini terus dilakukan dengan kebebasan pers yang tidak bisa dipisahkan. Yang paling penting bahwa kesadaran konteks kita dalam melindungi tugas pers dalam jurnalis dan pemberitaan," sambung Agung.
Hadir dalam acara Sekretaris Kompolnas RI Benny Mamoto, PJU Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, dan sejumlah jurnalis.
Agung menyebutkan, saat ini tahapan pemilu sudah dimulai dan Polda Sumut akan melaksanakan Operasi Mantap Brata Toba 2023-2024 yang digelar selama 222 hari terhitung mulai 19 Oktober 2023.
"Menghadapi tahapan pemilu yang sudah berlangsung ekskalasi politik mulai meningkat. Polda Sumut akan terus berkomitmen dalam memberikan perlindungan terhadap jurnalis dan kebebasan pers. Memproses pelaku kekerasan terhadap jurnalis dan pelanggaran kebebasan pers," sebutnya.
Tentunya, lanjut Agung, Polda Sumut terus berkolaborasi dengan para insan pers dalam memberikan informasi publik yang baik dan positif kepada masyarakat.
Sekretaris Kompolnas RI, Benny Mamoto mengatakan lokakarya dan sarasehan yang digelar sebagai langkah strategis, mengingat beberapa bulan ke depan akan menyambut pergelaran politik elektoral 2024.
"Berkaca pada Pilgub 2012, Pilpres 2014, Pilgub 2017, dan mulai terlihat lagi tahun 2018 menjelang Pilpres 2019, jurnalisme selalu menghadapi masalah masalahnya sendiri. Polarisasi yang terjadi di masyarakat dalam praktiknya berdampak pada kekerasan terhadap jurnalis dalam melakukan kerja kerja jurnalistiknya, maupun terhadap karya karya jurnalistik itu sendiri," terangnya.
Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan fungsional terhadap kinerja Polri untuk menjamin profesionalisme dan kemandirian Polri, Benny menuturkan Kompolnas mengapresiasi upaya Human Rights Working Group (HRWG) yang tergabung dalam Konsorsium Jurnalisme aman bersama Yayasan TIFA dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi
Salah satunya, lanjut Benny, dengan menyelenggarakan lokakarya dan sarasehan untuk mendorong anggota Polri agar dapat lebih memahami penanganan kasus kekerasan terhadap jurnalis, kebebasan pers dan kebebasan berekspresi, dengan berlandaskan prinsip prinsip hak asasi manusia.
"Mari kita maksimalkan forum ini sebagai sarana pengembangan diri demi terwujudnya Indonesia yang demokratis dan Polri yang presisi," kata Benny Mamoto.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Kapolda Sumut Resmikan SPPG Polri dan 40 Rumah Dinas Personel Kompi II Batalyon A Brimob
Faktor Media Digital: Gen Z Dominasi Pemilih di Pemilu 2029
Heru: Saya Mohon Dukungan Media dan Pers Untuk Jalankan Amanah sebagai Dirut Bank Sumut
Bank Sumut: Media Memiliki Peran Penting Dalam Pertumbuhan Bisnis dan Kinerja Keuangan
FABEM Desak Kapolda Sumut Tangkap Pria Pijak Kepala Mahasiswa di Bank Mandiri Medan
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution Undang Ratusan Pemred Media Silaturahmi Akbar
Komentar