Buat Malu, KPK Anggarkan Rp 1,4 Miliar Untuk Beli Mobil Mewah
drberita.id | Indonesia Corruption Watch (ICW) menyayangkan Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) yang menganggarkan pembelian mobil mewah seharga Rp 1,4 miliar. Padahal lembaga antirasuah itu memiliki puluhan mobil dinas yang bisa digunakan.
Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana menyebut mobil mewah yang diinginkan mengikis integritas KPK yang identik dengan kesederhanaan. Sejak dulu, lanjutnya, KPK menjunjung tinggi pola hidup sederhana.
"Salah satu nilai yang ada di KPK yang selalau 'dijual' KPK ke beberapa daerah atau seluruh Indonesia adalah menjunjung tinggi pola hidup sederhana. Tentu pembelian mobil mewah seharga Rp 1,4 miliar itu tidak mungkin dikategorikan pola hidup sederhana," jelasnya saat on air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Sabtu 17 Oktober 2020.
Baca Juga :Zahir Perpanjang BDR di Batubara
Ditambah lagi, kinerja KPK dinilai saat ini menurun. Sehingga, lanjut Kurnia, apresiasi mobil mewah tak semestinya dilaksanakan.
"Ketiga, dari sisi kinerja sekarang menurun. Lebih banyak kontroversi dari pada memperoleh prestasi. Logika sederhana ketika fasilitas atau anggaran itu didapat, (harus-red) ada sesuatu yang bisa dibanggakan, ada prestasi. Ini prestasi tidak ada tiba-tiba menginginkan mendapatkan mobil, itu yang tidak logis," terang Kurnia.
Dari sejarah KPK, tidak pernah ada anggaran khusus yang diperuntukan untuk pembelian mobil mewah. Karena setiap lembaga negara pasti disediakan kendaraan dinas.
"Kita sudah mendengar pernyataan dari ketua dewan pengawas sekaligus mantan pimpinan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean. Dia mengatakan, tidak pernah ada anggaran khusus untuk membeli mobil dinas pimpinan KPK. Karena pada dasarnya setiap lembaga negara pasti sudah disediakan mobil operasional atau mobil dinas," ungkapnya.
Terlebih perekonomian Indonesia saat ini tengah dalam kondisi di bawah normal yang disebabkan pandemi Covid-19. Namun, KPK malah menunjukan gaya hidup hedonisme.
Baca Juga :Granat Sumut Beri Jempol Pada Kapoldasu Tangkap Bandar Narkoba Tanjungbalai
"Kok malah KPK yang menunjukan gaya hidup hedonisme dengan membeli atau menganggarkan mobil mewah seperti itu," jelas Kurnia Ramadhan.
art/drb
Pernah Diperiksa KPK 11 Jam, Lokot Nasution Jadi Saksi Sidang Korupsi DJKA, Mikhel Siregar: Demokrat Harus Bersih dari Koruptor
LHKPN KPK: Harta Kekayaan Kepala Dinas PUTR Tanjungbalai Naik Rp 4 Miliar
Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno Kembali Diperiksa KPK, Ini Alasannya
Respon Gibran Soal RUU Perampasan Aset, ICW Nilai Pemerintah Tebar Janji Tanpa Langkah Kongkret
KPK Serahkan Buku Pendidikan Antikorupsi kepada Prof Muryanto