Proyek Dana Kelurahan di Kota Medan Tak Beres

Artam - Kamis, 16 Desember 2021 09:06 WIB
Proyek Dana Kelurahan di Kota Medan Tak Beres
Poto: Arcito
Kondisi proyek dana kelurahan di Lingkungan 2, Kelurahan Kota Matsum 1, Kecamatan Medan Area, Kota Medan.
drberita.id | Proyek dana kelurahan di Kota Medan, Provinsi Sumut, terkesan tak beres pengerjaannya dan kerja tayang akhir tahun. Warga pun kecewa dengan proyek ratusan miliar tersebut.

Keluhan ini disampaikan oleh warga di Kecamatan Medan Area dan Medan Denai, Kamis 16 Desember 2021.

Diketahui, per kelurahan di Kota Medan masing-masing mendapatkan dana sebesar Rp 1,5 hingga Rp 1,8 milar. Ada 151 kelurahan di Kota Medan. Jika ditotal dananya sekira Rp 200 miliar lebih pada tahun 2021.
BACA JUGA:
MCP KPK Hingga Soal "Pangeran" Batubara Mencuat Dalam Diskusi Hari Anti Korupsi
Contoh proyek dana kelurahan yang dikeluhkan oleh warga yaitu pengecoran jalan gang di Lingkungan 2, Kelurahan Kota Maksum 1, Kecamatan Medan Area. Proyek jalan gang itu dikerjakan semalaman sejak 14 hingga 15 Desember 2021.

"Awalnya senang juga kami, jalan gang kami dicor semen, tebalnya sekira 10cm, tapi dampaknya jadinya tak beres bagi kami. Saluran air jadi hilang, tertutup sama coran. Macam asal-asalan saja mereka ngecornya," ujar Pujo.

Pujo pun khawatir jalan gang mereka akan tergenang air jika hujan deras turun. "Macam tak ada perencanaan kerjanya, main embat aja ngecornya itu mereka yang kerja. Jika hujan deras pasti air masuk ke dalam rumah kalau seperti ini," kesalnya.

Selain di Kelurahan Kota Maksum 1, Medan Area, pemandangan yang sama juga terlihat pada pengecoran jalan di Gang Baru, Jalan Denai, Kelurahan Tegal Sari Mandala 3, Kecamatan Medan Denai.
BACA JUGA:
Asiknya Diskusi Hari Anti Korupsi di Kantor Ombudsman Sumut
Warga juga kecewa dengan pengecoran jalan yang terkesan asal jadi dan kejar tayang tersebut. Dampak dari pengecoran jalan itupun akan terjadi adanya genangan air ketika hujan deras turun.

"Padahal walikota sudah pesan, dana kelurahan itu untuk mengatasi banjir jika hujan deras turun. Ini hasilnya bisa dilahat, saluran air tak terlihat. Sebelum dicor jalan gang kami ini, asal hujan banjir, itu ada saluran airnya, sekarang ini jadi tak ada saluran airnya. Masuk ke dalam rumahlah nanti airnya jika hujan deras turun," ungkap Iwan.

Iwan dan Pujo berharap Walikota Medan Bobby Nasution menertibkan para kontraktor yang mengerjakan proyek dana kelurahan asal-asalan yang nilainya ratusan miliar tersebut.
BACA JUGA:
LKLH Sumut Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Mafia Tanah di Langkat
"Bila perlu Bobby perintahkan Tipikor Polrestabes Medan dan Pidsus Kejari Medan mengusut proyek dana kelurahan itu, biar kapok kontraktor-kontraktor dan oknum yang membagi-bagi proyek dana kelurahan itu, mau untung besar tapi warga dikecewakan," kata Iwan dan Pujo.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru