Dapat Hidayah, Gadis Cantik Nias Utara Syahadat Islam di Aceh Singkil
Artam - Selasa, 25 Februari 2020 09:48 WIB
tagar
Nur Muhibbah
DRberita | Seorang gadis cantik asal Kabupaten Nias Utara, Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara, mengucap syahadat memeluk agama Islam. Ikrar syahadat tersebut dilaksanakan di rumah imam masjid di Aceh Singkil.
Nerilois Harefa (19) sebelumnya beragama Kristen. Setelah memeluk agama islam, ia berganti nama menjadi Nur Muhibbah.
Pengucapan dua kalimat syahadat Nerilois dilakukan di Rumah Imam Masjid, Abdul Majid, Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Senin, 24 Februari 2020, malam dipimpin Ustaz Jasa, dai perbatasan di desa tersebut.
Ustaz Jasa mengatakan, keinginan Nur Muhibbah memeluk agama Islam sangat simpel, yaitu ingin mencari ketenteraman dan ketenangan jiwa.
"Nur Muhibbah kesehariannya bekerja di PT Runding Persada Putra (perusahaan CPO). Ternyata dia sudah lama berkeinginan memeluk agama Islam, namun baru kali ini terlaksana," kata Ustad Jasa.
Keinginan Nur Muhibbah masuk agama Islam sudah ia sampaikan kepada orang tuanya ketika datang ke Aceh Singkil. "Kata orang tuanya, kalau memang itu (islam) menjadi pilihan dan keputusan hidupmu, saya setuju," kata Jasa, menirukan ucapan orang tua Nur Muhibbah.
Menurut Ustad Jasa, Nur Muhibbah sempat mengalami pergulatan bathin ketika dirinya dihampiri hidayah dan yakin masuk Islam. Akhirnya dia memutuskan hari ini untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
"Nur juga punya keinginan menikah, karena ada seorang teman pria Subulussalam yang dekat dengan dirinya," ucap Ustda Jasa.
"Yang pasti dirinya memeluk agama Islam berdasarkan keinginan pribadi tanpa paksaan. Dia siap menjalankan perintah syariat Islam," sambungnya.
Nerilois Harefa (19) sebelumnya beragama Kristen. Setelah memeluk agama islam, ia berganti nama menjadi Nur Muhibbah.
Pengucapan dua kalimat syahadat Nerilois dilakukan di Rumah Imam Masjid, Abdul Majid, Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Senin, 24 Februari 2020, malam dipimpin Ustaz Jasa, dai perbatasan di desa tersebut.
Ustaz Jasa mengatakan, keinginan Nur Muhibbah memeluk agama Islam sangat simpel, yaitu ingin mencari ketenteraman dan ketenangan jiwa.
"Nur Muhibbah kesehariannya bekerja di PT Runding Persada Putra (perusahaan CPO). Ternyata dia sudah lama berkeinginan memeluk agama Islam, namun baru kali ini terlaksana," kata Ustad Jasa.
Keinginan Nur Muhibbah masuk agama Islam sudah ia sampaikan kepada orang tuanya ketika datang ke Aceh Singkil. "Kata orang tuanya, kalau memang itu (islam) menjadi pilihan dan keputusan hidupmu, saya setuju," kata Jasa, menirukan ucapan orang tua Nur Muhibbah.
Menurut Ustad Jasa, Nur Muhibbah sempat mengalami pergulatan bathin ketika dirinya dihampiri hidayah dan yakin masuk Islam. Akhirnya dia memutuskan hari ini untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
"Nur juga punya keinginan menikah, karena ada seorang teman pria Subulussalam yang dekat dengan dirinya," ucap Ustda Jasa.
"Yang pasti dirinya memeluk agama Islam berdasarkan keinginan pribadi tanpa paksaan. Dia siap menjalankan perintah syariat Islam," sambungnya.
Namun sayang, kata Ustad Jasa, orang tua Nur Muhibbah tidak ikut menyaksikan pengucapan dua kalimat syahadat anaknya karena keburu pulang ke Nias Utara. (art/drc)
SHARE:
Editor
:
Sumber
: tagar.id
Tags
Berita Terkait
DUTI Serukan Umat Islam Jihad Bela Palestina: Dukung Prabowo Boikot Produk dan Perusahaan Israel
Umat Islam di Tarutung Sumut Soroti Progam MBG Pemerintah Demi Aspek Kehalalan
Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin Ingatkan Umat Islam Agar Waspadai Propaganda
Ustad Latif Khan Serukan Umat Islam Bersatu dan Bangkit Lawan Zionis Israel
Pastor Katolik Amerika Serikat Masuk Islam
Pangdam I/BB di Masjid Al Ikhlas, Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan Dengan Silaturahmi
Komentar