Molor 7 Bulan, Edy Rahmayadi Ingatkan Pelaksana Proyek Pembangunan Masjid Agung

Artam - Sabtu, 20 Juli 2019 15:28 WIB
Molor 7 Bulan, Edy Rahmayadi Ingatkan Pelaksana Proyek Pembangunan Masjid Agung
drberita/istimewa
Edy Rahmayadi bersama umat islam di Masjid Agung Medan.
DINAMIKARAKYAT - Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Agung Medan Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi mendesak pihak pelaksana proyek bekerja cepat untuk menyelesaikan pembangunan masjid yang sudah tertunda penyelesaiannya selama tujuh bulan.

"(Pembangunan) ini sudah molor tujuh bulan. Awalnya ditargetkan Masjid Agung ini selesai akhir tahun 2018. Sekarang sudah bulan Juli 2019," ucap Edy kepada Tim Teknis Panitia Pembangunan Masjid Agung, dan beberapa pengurus Badan Kenajiran Masjid (BKM), usai Sholat Jumat 19 Juli 2019.

Sebelumnya, Edy mempertanyakan tentang perkembangan pengerjaan fisik Masjid Agung. Beberapa orang pengurus BKM selalu bertanya tentang progress pembangunan masjid.

Sampai akhirnya usai sholat jumat hari itu Edy kembali mempertanyakan persoalan pembangunan masjid kepada pengurus BKM. "Kok lambat sekali pembangunan masjid kita ini? Apa tidak dikerjakan?" cetusnya.

Ketua Tim Teknis Panitia Pembangunan Masjid Agung, Rio melaporkan bahwa pengerjaan pembangunan fisik Masjid Agung terus dilaksanakan. Namun ada beberapa kendala dalam pengadaan bahan. Namun kata Rio tidak sampai mengganggu jadwal pekerjaan.

Misalnya, menurut Rio tentang bahan marmer yang diminta oleh pihak panitia. Sampai saat ini jenis dan corak marmer yang diinginkan belum datang. Pelaksana proyek sampai saat ini masih mencari produk yang dipesan. "Begitu juga dengan bahan untuk ornament masjid," kata Rio kepada Edy.

Mendengar penjelasan Rio, lalu Edy memberikan tenggang waktu satu minggu kepada pelaksana pembangunan masjid untuk memastikan ketersediaan bahan-bahan yang dibutuhkan. "Nanti, setelah satu minggu, jumpai saya," pesan Edy.

Penyelesaian pembangunan Masjid Agung ini sangat ditunggu oleh masyarakat. Bukan saja menjadi  kebanggaan umat islam, tapi juga akan digunakan sebagai pusat kegiatan keumatan. Masyarakat sudah sangat ingin Masjid Agung dapat dipergunakan. Ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang memberikan sumbangan untuk pembangunan.

"Bayangkan, sampai-sampai tukang becakpun ada yang menyumbang," kata Edy.

Panitia pembangunan masjid, kata Edy, sudah berbaik hati memaklumi molornya penyelesaian proyek, yang seharusnya selesai akhir tahun 2018. "Mari sama-sama kita berupaya untuk segera menyelesaikan pembangunannya," pungkasnya. (art/drc)

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru