Tabligh Akbar 'Membangun Rumah di Surga' Terkumpul Rp 2 Miliar
Artam - Jumat, 23 Agustus 2019 00:59 WIB
drberita/istimewa
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
DRBerita | Tabligh Akbar dengan tema 'Membangun Rumah di Surga" digelar di Masjid Agung Medan, Kamis 22 Agustus 2019. Selain penyampaian tausiyah oleh Ustaz Fatih Karim, juga dilakukan penggalangan dana untuk merampungkan pembangunan Masjid Agung. Sebanyak Rp 2 miliar berhasil terkumpul infaq dari para jemaah yang hadir.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan bahwa pembangunan Masjid Agung Medan merupakan satu hal yang penting bagi masyarakat khususnya umat Islam. Sebab 'Rumah Allah' itu, adalah cerminan sekaligus simbol kebesaran bagi warga muslim.
Selain itu, Edy juga memaparkan bagaimana rencana pembangunan Sumut dalam sisa periode kepemimpinannya 4 tahun ke depan. Beberapa hal disampaikannya seperti Asrama Haji yang akan dibangun di tempat khusus, Rumah Sakit Haji, serta penataan kota hingga pusat olahraga.
"Saya minta masyarakat, bapak-ibu semua mendukung ini. Tolong diaminkan, semoga ini bisa tercapai. Soal uangnya darimana, kita pikirkan sama-sama," kata Edy di hadapan ratusan jemaah didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.
Edy adalah Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Medan. Ia berharap pemabngunan masjid segera rampung dengan banyaknya umat Islam yang menyumbang. Jalannya pembangunan masjid tidak bisa terlepas dari peran serta masyarakat.
"Saya mau melihat ini semua sudah siap, sebelum habis periode ini (2023). Mohon dukungan kita semua," serunya.
Ustad Fatih Karim yang hadir dalam tabligh akbar juga ikut memotivasi jemaah untuk tidak ragu memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan umat. Apalagi, kata Ustad Fatih, Masjid Agung adalah simbol kebesaran muslim di Kota Medan dan Sumatera Utara. Sehingga untuk pembangunannya, diperlukan keringanan dan kerelaan warga menyumbang sebagian hartanya.
"Kita tidak diminta Allah menyembelih 'Ismail' (seperti Nabi Ibrahim), tak akan sanggup kita itu. Kita hanya disuruh memberikan sebagian harta," kata Ustad Fatih.
Dalam tausyahnya, Ustaz Fatih menceritakan kisah Sahabat Rasulullah bernama Tsauban yang sebelum wafat dikisahkan, menyebutkan tiga perkara penyesalan dalam hidup yang tidak dimengerti sang istri. Ketiganya yakni kalimat 'seandainya lebih jauh', 'seandainya lebih baru' dan terakhir 'seandainya lebih banyak'.
"Diceritakan begitu, Nabi Muhammad (Rasulullah) tersenyum dan memahami maksud kalimat Tsauban. Ternyata penyesalan itu muncul ketika ditunjukkan amalan Tsauban selama ini, dan bahkan seorang yang shaleh seperti beliau saja menyesal karena merasa amalnya masih kurang," jelasnya.
Ustaz Fatih pun menjelaskan bahwa penyesalan Tsauban adalah jarak antara rumahnya ke masjid adalah tiga jam berjalan kaki yang dirasakan kurang jauh, karena ada hitungan amal setiap langkah menuju rumah Allah.
Penyesalan kedua kata Ustaz Fatih, adalah saat Tsauban memakai baju baru dilapis baju lama untuk mencegah rasa dingin. Namun dirinya memberikan baju lama kepada orang lain yang membutuhkan. Sehingga sahabat Nabi tersebut menyesal, mengapa bukan baju barunya yang diikhlaskan.
"Yang terakhir, ditunjukkan amal sedekahnya. Tsauban menyesal, kenapa tidak lebih banyak yang ia sumbangkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Bayangkan seorang sahabat Nabi, menyesal karena merasa amalnya kurang. Bagaimana kita. Mari kita berkomitmen bersama membangun Masjid Agung ini," seru Ustad Fatih.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan bahwa pembangunan Masjid Agung Medan merupakan satu hal yang penting bagi masyarakat khususnya umat Islam. Sebab 'Rumah Allah' itu, adalah cerminan sekaligus simbol kebesaran bagi warga muslim.
Selain itu, Edy juga memaparkan bagaimana rencana pembangunan Sumut dalam sisa periode kepemimpinannya 4 tahun ke depan. Beberapa hal disampaikannya seperti Asrama Haji yang akan dibangun di tempat khusus, Rumah Sakit Haji, serta penataan kota hingga pusat olahraga.
"Saya minta masyarakat, bapak-ibu semua mendukung ini. Tolong diaminkan, semoga ini bisa tercapai. Soal uangnya darimana, kita pikirkan sama-sama," kata Edy di hadapan ratusan jemaah didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.
Edy adalah Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Medan. Ia berharap pemabngunan masjid segera rampung dengan banyaknya umat Islam yang menyumbang. Jalannya pembangunan masjid tidak bisa terlepas dari peran serta masyarakat.
"Saya mau melihat ini semua sudah siap, sebelum habis periode ini (2023). Mohon dukungan kita semua," serunya.
Ustad Fatih Karim yang hadir dalam tabligh akbar juga ikut memotivasi jemaah untuk tidak ragu memberikan yang terbaik bagi kemaslahatan umat. Apalagi, kata Ustad Fatih, Masjid Agung adalah simbol kebesaran muslim di Kota Medan dan Sumatera Utara. Sehingga untuk pembangunannya, diperlukan keringanan dan kerelaan warga menyumbang sebagian hartanya.
"Kita tidak diminta Allah menyembelih 'Ismail' (seperti Nabi Ibrahim), tak akan sanggup kita itu. Kita hanya disuruh memberikan sebagian harta," kata Ustad Fatih.
Dalam tausyahnya, Ustaz Fatih menceritakan kisah Sahabat Rasulullah bernama Tsauban yang sebelum wafat dikisahkan, menyebutkan tiga perkara penyesalan dalam hidup yang tidak dimengerti sang istri. Ketiganya yakni kalimat 'seandainya lebih jauh', 'seandainya lebih baru' dan terakhir 'seandainya lebih banyak'.
"Diceritakan begitu, Nabi Muhammad (Rasulullah) tersenyum dan memahami maksud kalimat Tsauban. Ternyata penyesalan itu muncul ketika ditunjukkan amalan Tsauban selama ini, dan bahkan seorang yang shaleh seperti beliau saja menyesal karena merasa amalnya masih kurang," jelasnya.
Ustaz Fatih pun menjelaskan bahwa penyesalan Tsauban adalah jarak antara rumahnya ke masjid adalah tiga jam berjalan kaki yang dirasakan kurang jauh, karena ada hitungan amal setiap langkah menuju rumah Allah.
Penyesalan kedua kata Ustaz Fatih, adalah saat Tsauban memakai baju baru dilapis baju lama untuk mencegah rasa dingin. Namun dirinya memberikan baju lama kepada orang lain yang membutuhkan. Sehingga sahabat Nabi tersebut menyesal, mengapa bukan baju barunya yang diikhlaskan.
"Yang terakhir, ditunjukkan amal sedekahnya. Tsauban menyesal, kenapa tidak lebih banyak yang ia sumbangkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Bayangkan seorang sahabat Nabi, menyesal karena merasa amalnya kurang. Bagaimana kita. Mari kita berkomitmen bersama membangun Masjid Agung ini," seru Ustad Fatih.
Dari kegiatan yang juga dihadiri Ustazah Oki Setiana Dewi, terkumpul komitmen sedekah sebesar Rp 2 miliar dari dermawan dan jemaah yang hadir. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
DUTI Serukan Umat Islam Jihad Bela Palestina: Dukung Prabowo Boikot Produk dan Perusahaan Israel
Umat Islam di Tarutung Sumut Soroti Progam MBG Pemerintah Demi Aspek Kehalalan
Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin Ingatkan Umat Islam Agar Waspadai Propaganda
Ustad Latif Khan Serukan Umat Islam Bersatu dan Bangkit Lawan Zionis Israel
Pangdam I/BB di Masjid Al Ikhlas, Ajak Masyarakat Perkuat Persaudaraan Dengan Silaturahmi
Kemenag Resmikan Kampung Zakat di Labuhanbatu
Komentar