Aksi Kamisan: Payung Hitam Simbol Nasib HAM, Supremasi Sipil, dan Agraria di Posbloc Medan
Redaksi - Jumat, 07 Agustus 2026 00:06 WIB
Poto: Istimewa
Aksi Kamisan di Posbloc Medan.
drberita.id -Puluhan massa yang tergabung dalam 'Aksi Kamisan" menggelar unjuk rasa di kawasan Posbloc Medan, Jalan Balai Kota, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kamis (6/8/2026). Aksi yang berlangsung sekira pukul 17.35 WIB itu diikuti sekitar 30 orang yang dikoordinir oleh Sopiyan, akrab disapa Gajah.
Dalam aksi tersebut, peserta membawa payung hitam sebagai simbol gerakan Aksi Kamisan, pengeras suara, serta sejumlah poster berisi kritikan terhadap kondisi penegakan hak asasi manusia (HAM), supremasi sipil, dan dugaan kekerasan aparat.
Beberapa poster bertuliskan, antara lain, "Di Balik Sunyi Kami Menuntut Supremasi Sipil, Rusak Sekolah yang Dibangun Koperasi, Keadilan Habis, yang Ada Hanya Kematian, dan Luis David Dibunuh Dua Kali".
Melalui orasi yang disampaikan secara bergantian, massa mengangkat berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.
Isu yang disoroti meliputi konflik agraria, kondisi ekonomi masyarakat yang dianggap semakin sulit, dugaan adanya tekanan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat, hingga penolakan terhadap keterlibatan militer dalam jabatan sipil yang dinilai bertentangan dengan semangat Reformasi 1998.
Selain itu, peserta aksi juga menyampaikan kritik terhadap peran TNI yang dikaitkan dengan PT Agrinas, menyoroti praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mengangkat dugaan kasus kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian.
Berbagai isu tersebut disampaikan sebagai bentuk tuntutan agar penegakan hukum, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan supremasi sipil berjalan sesuai prinsip negara hukum.
Aksi berlangsung dengan penyampaian orasi secara bergantian tanpa adanya bentrokan maupun gangguan terhadap ketertiban umum. Setelah rangkaian kegiatan berakhir sekira pukul 18.49 WIB, seluruh peserta membubarkan diri dengan tertib.
Aksi Kamisan merupakan gerakan damai yang secara rutin digelar di berbagai daerah di Indonesia sebagai ruang penyampaian aspirasi mengenai isu hak asasi manusia, keadilan, dan penegakan hukum.
Di Medan, aksi kali ini kembali menjadi wadah bagi peserta untuk menyuarakan kritikan terhadap sejumlah kebijakan dan kondisi yang dinilai memerlukan perhatian pemerintah.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Saham dan Trading Forex, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?
OKX Luncurkan Unified Tokenized Stocks, Kini Beli Saham Apple hingga NVIDIA Bisa Pakai USDT
Muhammad Nuh Hadirkan Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis di Kabupaten Dairi
Pemkab Deliserdang Sampaikan Persoalan Aset Daerah di Lahan HGU PTPN Kepada Kementerian HAM
Mochamad Jeffry: Kejaksaan Agung Yang Langsung Tangkap dan Geledah Kantor BGN
Hadirkan Muhammad Furqan Alfaruqiy Bahas Soal Strategi USU untuk Masa Depan Bangsa
Komentar