Tirtanadi Tutup 8 Sumur Bor Sejak 2022

Kualitas Air Tidak Memenuhi Standar
Redaksi - Jumat, 05 Mei 2023 19:13 WIB
Tirtanadi Tutup 8 Sumur Bor Sejak 2022
Poto: Istimewa
Halalbihalal di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut.
Tetapi, ada beberapa sumur bor yang harus ditutup meski solusi pengganti pendistribusian air belum ada.

"Karena kualitas airnya sudah sangat parah. Dan, kedua, selama ini kita kan sewa. Mau kita perpanjang namun si pemilik lahan menaikan harga sewa yang tidak masuk akal. Mau kita beli, dikasih harga tak masuk akal," jelasnya

Lokasi lokasi sumut bor yang digunakan selama ini menurutnya, juga bukan milik Perumda Tirtanadi. Jadi, ketika itu bermasalah, Tirtanadi akan mencari lokasi lain. Sehingga lokasi yang belum dialiri jaringan perpipaan, akan dialiri dengan sumur bor.

Pihaknya saat ini memprioritaskan penambahan instalasi. Seperti yang sudah ada di Pulo Brayan, dengan kapasitas 500 liter per detik, kemudian di Johor. Selain itu di Pancurbatu juga akan dibangun instalasi kecil 2x40 liter per detik.

"Mudah-mudahan di daerah Selatan sudah mulai terlayani," jelasnya.

Untuk menghasilkan kualitas air layak minum, Tirtanadi kata Harun telah mengikuti standar Permenkes No 492 tahun 2010. Yang antara lain nilai Nephelometric Turbidity Unit (NTU) atau tingkat kekeruhan air di bawah 5 NTU.

"Namun, dalam pelaksanaannya kami membuat di bawah 2 NTU. Kemudian, sisa klor hanya 0,5. Sisa klorin inilah yang membunuh mikroorganisme atau bakteri dalam air," terangnya.

Sementara di pengolahan, zat kimia yang ditambahkan adalah poly aluminium chloride. Dan, harga zat ini menurut Harun cukup mahal. Untuk sekali tender harganya mencapai miliaran rupiah untuk satu instalasi.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru