Tirtanadi Tutup 8 Sumur Bor Sejak 2022
Kualitas Air Tidak Memenuhi Standar
Redaksi - Jumat, 05 Mei 2023 19:13 WIB
Poto: Istimewa
Halalbihalal di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut.
"Jadi, air yang diproduksi Tirtanadi aman untuk dikonsumsi," jelasnya.
Harun juga mengatakan bahwa air yang keluar dari instalasi bisa diminum langsung tanpa harus dimasak. Namun, setelah masuk pipa, air bisa saja terkomtaminasi oleh jaringan pipa yang sudah tua.
"Karena itu air yang masuk ke rumah warga harus dimasak," ujarnya.
Mengenai produksi air minum Tirtanadi, menurut Harun, masih berkisar 7.500 liter per detik. Sementara kebutuhan air mencapai 11.000 liter per detik. "Kita masih minus 3.500 liter per detik," katanya.
Namun ke depan, kebutuhan air minum dan permasalahan yang dihadapi warga selama ini seperti air keruh dan sering mati, akan terselesaikan. Karena pihaknya saat ini sedang menambah kapasitas air.
Seperti instalasi Sunggal yang merupakan instalasi terbesar, saat ini kapasitas produksinya sebesar 2.400 liter per detik akan ditambah menjadi 3.000 liter per detik. Dan, diperkirakan siap akhir tahun 2023. Kemudian instalasi Delitua juga akan ditambah 300 liter per detik plus di Pancurbatu 2x40 liter per detik.
Selanjutnya, saat ini sedang dikerjakan adalah Bendungan Lau Simeme yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Dari bendungan itu nantinya akan didapat air sebanyak 2.000 liter per detik.
"Mudah-mudahan ini akan dapat membantu mengatasi kebutuhan air minum masyarakat Sumut," kata Harun.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
PB ALAMP AKSI Ungkap Dugaan Korupsi PT. Inalum dan PDAM Tirtanadi Serta SK Direktur Air Limbah
Pipa PDAM Tirtanadi Bocor Akibat Proyek Drainase, Warga Merasa Rugi Akibatnya
Dirut Tirtanadi Ajak Insan Pers Ikut Bangun Bangsa dan Negara
Miris, 10 Tahun Kerja Dipecat Tirtanadi Hanya Dapat 4 Bulan Gaji
Jernih Sumut Doakan Wartawan Majalah Forum Keadilan Jadi Dewas Tirtanadi
Soal Tirtanadi, Dedek Ray: Kita kalau setan jangan bicara lingkaran setan
Komentar