Waspadai Plagiarisme AI, 2 Universitas Besar Indonesia Gelar Edukasi Etika Digital di SMA Labschool Unsyiah Banda Aceh
Redaksi - Sabtu, 09 Agustus 2025 16:18 WIB
Poto: Istimewa
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk 'Mitigasi Risiko Generative AI dalam Pendidikan: Etika dan Pencegahan Penipuan Akademik'.
drberita.id -Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk 'Mitigasi Risiko Generative AI dalam Pendidikan: Etika dan Pencegahan Penipuan Akademik'.
Kegiatan ini berlangsung di lingkungan SMA Labschool Unsyiah, Banda Aceh, Sabtu 9 Agustus 2025.
Adapun PKM digelar sebagai respons langsung atas meningkatnya penggunaan teknologi Generative AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot oleh kalangan pelajar.
Meski dinilai bermanfaat dalam mendukung proses belajar, teknologi ini juga menghadirkan risiko penyalahgunaan, seperti plagiarisme otomatis, pembuatan tugas oleh mesin, hingga penurunan kualitas proses belajar akibat ketergantungan.
"Pelajar saat ini tidak hanya perlu tahu cara menggunakan teknologi AI, tapi juga harus paham batas etis penggunaannya. Inilah yang kami coba tanamkan lewat kegiatan ini," ujar Dr. Amalia ST, MT, Ketua Pelaksana dari USU.
Kegiatan berjalan dengan difasilitasi oleh tim dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari kedua institusi.
Dari Universitas Sumatera Utara (USU), hadir Dr. Maya Silvi Lydia BSc MSc, Prof. Dr. Romi Fadillah Rahmat BComp.Sc, MSc, Mohammad Fadly Syah Putra, MSc, dan Dr. Pauzi Ibrahim Nainggolan, SKomp MSc.
Sementara dari Universitas Syiah Kuala (USK) pelatihan diisi oleh Dr. Ir. Melinda ST MSc IPU ASEAN Eng APEC Eng, serta Prof. Dr. Ir. Roslidar ST MSc IPM ASEAN Eng.
Tenaga kependidikan Syahraini Syahril, AMd turut mendukung jalannya kegiatan, bersama mahasiswa pelaksana; Wilbert Neilson Sachio, Frederick Godiva, Vanessa Audrie Tanaka, dan Ivanny Putri Marianto.
Dalam pelatihan, siswa diajak mengenali manfaat dan potensi penyimpangan dalam penggunaan AI, terutama dalam konteks akademik.
Pendekatan ini terbukti efektif. Berdasarkan survei pra dan pasca kegiatan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap isu etika penggunaan AI.
"Sebelum pelatihan, banyak siswa belum benar-benar memahami dampak negatif AI terhadap integritas akademik. Tapi setelah pelatihan, mereka menjadi lebih kritis dan sadar akan pentingnya menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab," ungkap Dr. Maya Silvi Lydia.
Dengan diadakan kegiatan tersebut, PKM diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga menanamkan nilai etika digital kepada siswa sebagai generasi yang tumbuh di era teknologi.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Proyek Uditch Drainase Kota Medan Masih Bermasalah: Dari Gibson Panjaitan ke Khairul Azmi
Tecno Pova 8 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Baterai 8.000mAh dan Layar 144Hz
Jangan Abaikan Sistem Perpipaan! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membangun Rumah
Kafe di Kota Binjai Terendus Jadi Lokasi Peredaran Narkoba
LAPK: PRSU Dapat Belajar dari Jakarta Fair
Masalah Banjir Sempakata, Ketua DPRD Kota Medan Langsung Tegur Kepala Dinas Khairul Azmi
Komentar