F1 Powerboat Danau Toba Butuh Perbaikan Infrastruktur dan Kultur

Redaksi - Selasa, 31 Januari 2023 10:02 WIB
F1 Powerboat Danau Toba Butuh Perbaikan Infrastruktur dan Kultur
Poto: Istimewa
Webinar F1 Powerboat, Perkuat Potensi Wisata Danau Toba, di Hotel JW Marriot, Medan, Senin 30 Januari 2023.
drberita.id | Untuk menyukseskan Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 atau F1 Powerboat (F1H2O) di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Gubernur Edy Rahmayadi telah menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya, memerintahkan Dinas PUPR Sumut melakukan perbaikan jalan ke lokasi balapan.

Kawasan Danau Toba saat ini membutuhkan perbaikan infrastruktur dan kultur untuk kemajuan pariwisatanya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Ilyas Sitorus pada Webinar F1 Powerboat, Perkuat Potensi Wisata Danau Toba, di Hotel JW Marriot, Medan, Senin 30 Januari 2023.

Gubernur juga telah meminta jajarannya untuk berkoodinasi dengan Pelindo dalam mengangkutan logistik seluruh tim balap.

"Gubernur telah berkoordinasi dengan Pelindo karena logistik kapal kapal (Powerboat) ini turun di Belawan, dan akan diatur pengawalannya oleh Ditlantas Polda Sumut sampai ke lokasi pertandingan," kata Ilyas.
BACA JUGA:
Terungkap, Proyek Multi Years Sumut Rp 2,7T Diduga Ilegal Tak Ada Perda Tahun Jamak
Menurut Ilyas, perhelatan balap Powerboat terbesar di dunia ini merupakan kesempatan emas. Akan ada ribuan pasang mata menyaksikan balapan tersebut. "Haruslah kita manfaatkan kesempatan emas ini untuk memperkuat seluruh potensi yang ada di Danau Toba," ujarnya.

Ilyas pun memaparkan berbagai manfaat yang akan diterima Sumut, khususnya masyarakat di kawasan Danau Toba. Pertama, Penghasilan Asli Daerah (PAD) kabupaten di sekitar Danau Toba akan meningkat. Kedua, tingkat okupansi hotel meningkat menjadi 95%. Ada pula peningkatan omset bisnis persewaan kendaraan.

Selanjutnya, pengenalan produk UMKM Sumut. Menciptakan lapangan kerja dengan menyerap tenaga kerja lokal, hingga peningkatan jumlah penumpang pesawat di Bandara Silangit dan Kualanamu.

Ilyas juga menyampaikan, untuk akomodasi hotel, tersedia kurang lebih 1.599 kamar hotel di kawasan Danau Toba. Ditambah guest house, homestay dan lainnya.

Sebagai panitia bidang humas, Dinas Kominfo Sumut telah melakukan publikasi dan sosialisasi di berbagai media. "Jadi masyarakat harus juga tahu perhelatan akbar ini, sehingga kegiatan ini berjalan sukses dan lancar," kata Ilyas.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Usman Kansong mengatakan penyelenggaraan F1 Powerboat merupakan salah satu upaya pemerintah merevitalisasi kepariwisataan Danau Toba. Pemerintah akan memperbanyak event yang ada di Danau Toba setelah F1 Powerboat.

"Apalagi Sumut ini dekat dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia," kata Usman.

Selain itu, pembenahan infrastuktur juga bisa membuat wisatawan menghabiskan waktunya lebih lama di Danau Toba. Oleh sebab itu, pembenahan infrastruktur harus segera dilakukan. Perhelatan F1 Powerboat nanti diperkirakan para pebalap akan menghabiskan waktu beberapa hari di Danau Toba.
BACA JUGA:
Margasu Desak Gubsu Copot 4 Kepala OPD Terkait Proyek Rp 2,7T Tidak Capai Target
"Bahkan ada atlet F1 yang mau extend seminggu," kata Usman.

Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kemenko Marves Kosmas Harefa mengatakan manfaat F1 Powerboat ini lebih besar untuk masyarakat di Kawasan Danau Toba. Berbeda dengan Moto GP Mandalika, masyarakat di sepanjang Teluk Balige bisa memanfaatkan kesempatan tersebut.

"Jadi kawasan sepanjang Teluk Balige itu strategis semua, yang punya lahan siapa? Masyarakat, artinya uang akan langsung ke masyarakat beda dengan Mandalika," kata Kosmas.

Selain itu, Kosmas mengatakan, Balige dipilih sebagai lokasi balapan lantaran sangat representatif. Balige memiliki ruang publik yang besar, pelabuhannya bahkan digunakan sebagai pusat office F1 Powerboat. Kata Kosmas, PUPR telah memggelontorkan anggaran sebesar Rp 33 miliar untuk infrastukur di kawasan tersebut.

Retna Asmoro, SVP Marketing Communication and Tourism Programs Injourney mengatakan akan ada pebalap dari 10 negara. Diperkirakan pemasukan dari kegiatan tersebut sebesar Rp 212 miliar.

Retna mengatakan hingga saat ini penjualan tiket menonton F1 Powerboat belum dibuka. Nantinya penjualan akan dilakukan secara daring melalui Injourney. Injourney merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pariwisata.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru