Kisah Gelandang AC Milin Disia-siakan Arsenal
drberita.id | Pemain timnas Aljazair, Ismael Bennacer mengaku merasa disia-siakan The Gunners. Gelandang AC Milan ini mengungkapkan kekesalannya atas sikap Arsenal di masa lalu.
Bennacer akhirnya meninggalkan Arsenal pada 2017. Dia kemudian bergabung dengan Empoli, setelah dibeli seharga satu juta euro. Kala itu, Empoli bermain di Serie B.
"Saya tiba di Inggris pada Juli 2015, lalu tinggal di sebuah hotel selama dua bulan pertama, karena saya tidak ingin tinggal bersama keluarga yang tidak saya kenal," kata Bennacer seperti dikutip liputan6.com, Minggu 31 Mei 2020.
"Saya berusia 17 tahun dan tidak bisa hidup sendiri, jadi saudara perempuan saya datang untuk tinggal bersama saya, lalu gadis yang saya kencani sejak masih sekolah tiba di Inggris, dan akan menjadi istri saya," tuturnya.
Baca Juga: Polisi Bantah Kabar Puluhan Tahanan di Papua Positif Corona
Bennacer baru mendapat kesempatan turun ke lapangan bersama Arsenal pada September 2016. Namun, dia mengaku dibuang begitu saja ketika menderita dua cedera usai melawan Sheffield.
Selain itu, Arsenal juga kerap menempatkan dia sayap kiri dalam serangan menggunakan tiga penyerang. Bennacer mengaku dia belum pernah bermain dengan sistem itu dan perlu waktu, di mana hal itu tak dia dapatkan dari The Gunners.
"Saya merasakan tekanan luar biasa dan tidak yakin apa yang sedang terjadi. Saya tidak pernah bermain lagi setelah itu," tutur pria berusia 22 tahun ini.
Baca Juga: 2 Jenis Produk Realme Terjual 1 Juta Unit di Seluruh Dunia
"Tetapi, saya tidak menyesal, karena saya masih dapat berlatih dengan pemain penting seperti Mesut Ozil dan Santi Cazorla. Saya memiliki empat tahun tersisa di kontrak Arsenal, tetapi saya harus berada di klub di mana mereka benar-benar menginginkan saya," ungkapnya.
Bennacer mengaku tidak mengetahui tentang Empoli ketika menerima pinangan mereka. Namun, dia tahu harus berada di klub yang paling menginginkannya, walaupun mesti bermain di Serie B dan meninggalkan Premier League.
"Saya melakukan hal yang sama ketika memutuskan pindah ke AC Milan. Saya memilih mereka untuk sejarah mereka juga, tetapi juga karena itu adalah proyek terbaik bagi saya," paparnya.
(art/drb)
Lapangan Sepak Bola di Perbatasan Kota Medan Ini Butuh Perhatian Bupati Deliserdang
Preview EPL: MU vs Manvhester City
AHY: Tak ada sepak bola seharga nyawa manusia
Messi: Saya mencintai Barcelona
Butuh Perhatian Pemerintah, Lapangan Bola Ini Jadi Sarana Olahraga Bersama