4 Poin Sikap Masyarakat Mandailing Gugat Kamus Sejarah Jilid I dan II Kemendikbud
Foto: Ilustrasi
drberita.id | Masyarakat Mandailing Indonesia mengguat terhadap Kamus Sejarah Jilid I dan II yang diterbitalkan Kemendikbud.
Sehubungan dengan terbitnya Kamus Sejarah Jilid I dan II yang baru saja diterbitkan Kemendikbud, Masyarakat Mandailing Indonesia yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Mandailing Peduli Identitas (KMMPI) menyatakan sebagai berikut;
1. Mengapresiasi usaha dan ikhtiar Kemendikbud dalam membentangkan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam bentuk Kamus Sejarah, namun apabila bentangan sejarah tersebut diduga hendak menghilangkan jejak tokoh bangsa yang mempunyai kontribusi besar dalam kelangsungan Republik, maka Kamus Sejarah tersebut adalah narasi sesat dan menyesatkan bagi memori masa kini dan masa depan.
2. Kami dari masyarakat Mandailing asal Sumatera Utara memiliki tokoh-tokoh penting yang juga telah berperan penting dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia, dan beberapa namanya belum disebutkan secara proporsional di dalam Kamus Sejarah tersebut, seperti: SM Amin Nasution, seorang tokoh Sumpah Pemuda 1928, pernah menjadi Gubernur Sumatera Utara dan Riau, dan sekarang sudah diangkat jadi Pahlawan Nasional. Lalu, Zulkifli Lubis yang dikenal sebagai Bapak Intelijen karena dianggap sebagai peletak dasar berdirinya Badan Intelijen di Indonesia. Dan Jenderal Besar Doktor Haji Abdul Haris Nasution, tokoh pengaman Pancasila, penyelamat bangsa dari berbagai macam pemberontakan pada masa awal bangsa ini didirikan. Tokoh penting dalam peristiwa Bandung Lautan Api ketika sekutu masuk ke Indonesia, serta tokoh penting dalam peletak dasar perang gerilya. Jenderal Nasution merupakan KASAD yg terlama di Indonesia. Beliau pendiri Divisi Siliwangi, Panglima Pulau Jawa dan salah satu pencipta perang gerilya kaliber dunia. Beliau berperan untuk memberantas pemberontakan PKI di Madiun, RMS, DI/TII di berbagai daerah, PRRI/Permesta dan G30S. Sebagai Ketua MPRS beliau pernah melantik Presiden Suharto dan mempunyai peran dalam melarang ideologi Komunis di Indonesia. Itulah sebabnya kenapa rumah pribadinya dijadikan museum.
3. Jika kriteria pemilihan tokoh sejarah dalam buku Kamus Sejarah Indonesia adalah mereka yg berperan historis dalam pembentukan negara (jilid 1) dan pembangunan negara (jilid 2), sesungguhnya masih banyak tokoh asal Mandailing yang layak dimasukkan ke dalam buku tersebut, yang kami bisa informasikan ke Kemendikbud.
4. Kami dari KMMPI menyayangkan tidak dimasukkannya nama-nama tersebut di dalan kamus sejarah yang diterbitkan Kemendikbud, dan karena itu dengan segala kerendahan hati kami menyampaikan agar Kemendikbud untuk meminta maaf, menarik segera buku tersebut dari peredaran dan merevisi buku tersebut sesuai porsi yang seadil-adilnya bagi para pejuang dan tokoh bangsa.
Demikian disampaikan, untuk dapat ditindalanjuti:
Ir. Syahrir Nasution, SE.,MM (Deklarator KMMPI) HP: 0813-6177-5660
Drs. Imsar Muda Nasution, M.Si (Sejarawan Mandailing) HP: 0813-6169-9389
Ali Sati Nasution (Jurnalis Senior) HP: 0813-6161-7358)
SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Presma USU: Permendikbudristek Timbulkan Kontroversi di Lingkungan Kampus
Apara: Nadiem Sepertinya Butuh Jalan-jalan
Komentar