Aktivis Muda NU Minta Anggota DPRD Batubara Banyak Belajar

Artam - Senin, 27 Januari 2020 00:13 WIB
Aktivis Muda NU Minta Anggota DPRD Batubara Banyak Belajar
drberita/istimewa
Jasmi Assayuti
DRberita | Aktivis muda Nahdhatul Ulama (NU) Jasmi Assayuti mengingatkan anggota DPRD Batubara Edisyah Putra agar lebih cerdas dalam memahami postingan masyarakat di media sosial.

"Sebagai anggota dewan, Edisyah harus cerdas memaknai arti sebuah kalimat. Jangan tergopoh-gopoh mengomentari postingan masyarakat. Baca dan telaah dulu baik-baik apa maksud postingan tersebut," kata Jasmi dalam keterangan persnya, Minggu 26 Januari 2020.

Menurut Jasmi, jika salah mengomentari postingan, apalagi kalau komentarnya tidak sesuai dengan substansi postingan, ini justru akan mempermalukan diri sendiri.

"Bukan hanya mempermalukan dianya, tapi juga bikin malu institusi DPRD Batubara. Komentar tersebut juga menunjukkan sejauh mana kecerdasan dan kualitas anggota dewan. Akhirnya masyarakat akan berkata, Oh hanya segitu rupanya kecerdasan anggota dewan," ujarnya.

Hal itu dikatakan Jasmi menyikapi komentar Edisyah Putra terhadap postingan di akun Facebook Moeis Chandan Pamesha. Edisyah Putra dikenal sebagai salah seorang anggota DPRD Batubara dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Akun Facebook Moeis Chandan Pamesha membuat postingan 'kabupaten batubara ini macam gak punya DPRD. soalnya, sejak anggotanya dilantik pada 25 november 2019, sampai sekarang, seingatku hanya dua berita kegiatan DPRD batubara yang pernah kubaca di media online. pertama, berita pelantikan anggota dewan. kedua, berita pelantikan pimpinan dewan. tok, hanya itu...'

Sementara dalam kolom komentar, akun Edisyah Putra berkomentar 'Fitnah tuh 1, kunjungan ke waskita 2, menindak lanjuti Galian C di air putih 3. Kunjungan ke dinas pertanian, berkurangnya distribusi pupuk subsidi di BB 4, Dinas perairan n ketahanan pangan Sumut 5. Dll'.

Komentar inilah yang menurut Jasmi menunjukkan kecerdasan Edisyah dalam memaknai sebuah kalimat masih rendah. Pandangan Jasmi, Edisyah berkomentar seperti itu karena dia berasumsi postingan Moeis bermakna anggota DPRD tidak ada kegiatan pasca dilantik.

"Padahal postingan Moeis itu tidak ada mengarah ke sana. Menurut pemahaman saya, postingan Moeis justru menyentil kinerja wartawan di Batubara. Atau lebih pas nya lagi postingan Moeis itu adalah upaya dia untuk memacu kinerja wartawan yang satu profesi dengan dirinya," jelasnya.

Di postingan itu, kata Jasmi, sangat jelas Moeis membahas masalah minimnya pemberitaan tentang kegiatan dewan. Bukan kegiatan dewannya yang minim. Kita semua tahu, yang berkaitan dengan pemberitaan itu adalah kerjaan wartawan, bukan kerjaan anggota dewan.

"Jadi kenapa kok malah anggota dewan yang 'kebakaran jenggot'. Sementara wartawan yang disentil malah ketawa ketiwi mengomentari postingan tersebut," kata Jasmi.

Lanjut Jasmi, di awal postingannya Moeis menulis 'kabupaten batubara ini macam gak punya DPRD'. Kenapa dia menulis seperti itu? Jawabnya, kata Jasmi, karena DPRD adalah sebuah lembaga negara yang merupakan gudang berita.

"Kenapa saya sebut sebagai gudang berita? Karena DPRD isinya adalah para wakil rakyat, penyambung lidah rakyat. Jadi setiap ada masalah rakyat, anggota dewan harus menyikapinya. Makanya aneh rasanya jika pemberitaan tentang aktifitas dewan itu minim, sementara banyak persoalan yang dihadapi masyarakat. Jadi, kalau berita dewan minim, wajar saja disebut daerah itu seperti tak punya DPRD," jelasnya.

Jasmi meminta agar Edisyah lebih banyak belajar lagi dalam berkomunikasi. "Nanti masyarakat Batubara juga yang malu punya anggota dewan seperti dia. A kata orang, Z jawabannya. Gak nyambung jadinya. Tapi saya bisa memahaminya karena Edisyah masih muda, dan harus banyak belajar lagi," ujar Jasmi yang lahir di Titi Merah, Kecamatan Lima Puluh, Pesisir, Batubara, yang bekerja sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi di Medan.

Jasmi juga meminta Edisyah agar lebih fokus melaksanakan fungsinya sebagai wakil rakyat. Tak perlu mengurusi hal-hal sepele seperti itu, apalagi komentarnya bernada tendensius.

"Ingat, warga Batubara saat ini sedang menunggu kinerja Anda. Buktikan bahwa Saudara peduli dengan nasib masyarakat Batubara yang sudah mengantarkan anda ke kursi dewan," pungkasnya. (art/drc)

SHARE:
Editor
:
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru