Dana BOS: Bukan Arsyad, Tapi Rifai Tanjung

Artam - Kamis, 29 Agustus 2019 11:56 WIB
Dana BOS: Bukan Arsyad, Tapi Rifai Tanjung
drberita/istimewa
Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis dan mantan Sekretaris Dinas Rifai Bakri Tanjung.
DRBerita | Dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dinas Pendidikan Sumut, tengah ramai jadi perbincangan anggota dewan, mahasiswa dan LSM. Ada kesan, dugaan korupsi dana BOS ini diarahkan untuk menyalahkan Arsyad Lubis.

Siapakah sebenarnya bandit dugaan korupsi dan BOS Dinas Pendidikan Sumut pada tahun 2017 dan 2018 ini?

Ketua LSM Jaringan Keadilan Nusantara (Jaksa) Syawal Harahap mengatakan, BOS merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN yang diterima oleh Pemerintah Provinsi dari Pemerintah Pusat. Besaran dana BOS 20 persen di APBD.

"Dana BOS itu DAK dari APBN, setahu saya. Anggarannya disalurkan ke siswa-siswa sekolah melalui dinas pendidikan sesuai juknis dan juklat. Besarannya 20 persen di APBD," ucap Syawal di Medan, Kamis 29 Agustus 2019. 

Berdasarkan juknis dan juklat, setahu Syawal, sudah diatur jabatan seseorang sebagai maneger dan bertanggung jawab atas penyaluran dana BOS ke siswa-siswa sekolah. Baik itu bentuk uang maupun bantuan barang.

Untuk Dinas Pendidikan Sumut yang dipimpin Arsyad Lubis, masih Syawal, jabatan manager BOS pada 2017 dan 2018 adalah Rifai Bakri Tanjung. Rifai diketahui pada tahun itu sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, dan Gubernurnya adalah Tengku Erry Nuradi. Rifai Tanjung, pejabat yang diimpor dari Pemkab Sergai.

Rifai cukup terkenal dikalangan penegak hukum di Sumut. Posisinya di Pemkab Sergai, sewaktu Bupati Sergai Tengkku Erry Nuradi, dia menduduki jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Koperasi Pemkab Sergai.

Setelah Tengku Erry menjadi gubernur, menggantikan Gatot Pujonugroho yang ditangkap KPK, Rifai Tanjung pindah ke Pemprov dan dilantik menjadi Sekretaris Dinas Pendidikan plus managere BOS. "Jadi pertanyaannya, siapakah bandit dana BOS itu?" tutur Syawal.

Menurut Syawal, dugaan korupsi dana BOS Dinas Pendidikan Sumut pada tahun 2017 dan 2018 yang ramai diperbincangkan, karena menjadi temuan BPK RI Perwakilan Sumut, harus ditelaah lebih mendalam oleh semua eleman. Siapa sebenarnya memiliki peran yang dominan.

"Menurut saya bukan Arsyad, tapi Rifai Tanjung. Karena manager BOS Dinas Pendidikan Sumut saat itu si Rifai Tanjung," tandasnya.

Syawal berharap penegak hukum di republik ini, baik itu kejaksaan ataupun polisi plus KPK segera menindaklanjuti informasi dugaan korupsi dana BOS Dinas Pendidikan Sumut, yang sudah ramai menjadi perbincangan publik. (art/drc)

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru