Mahasiswa Dilarang Sholat Jumat di Masjid Dinas Pendidikan Sumut Berbuntut Panjang
Redaksi - Selasa, 06 Mei 2025 20:56 WIB
Poto: Istimewa
AMPSU bakar ban depan Kantor Gubsu.
drberita.id -Aliansi Mahasiswa Peduli Sumatera Utara (AMPSU) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubsu dan DPRD Sumut pada Senin 5 Mei 2025. Aksi tersebut bentuk protes mahasiswa kepada Dinas Pendidikan Sumut yang melarang Sholat Jumat di masjid kantor tersebut.
Koordinator Aksi AMPSU Amiruddin Siregar dalam orasinya menyampaikan peristiwa pelarangan Sholat Jumat tersebut berawal dari unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan Sumut pada Jumat 2 Mei 2025.
Aksi tersebut menyoroti dugaan 'jejak hitam' Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga, semasa menjabat Kepala Dinas Perkimtan Kota Medan.
"Awalnya kami datang untuk menyuarakan masalah dugaan penyimpangan masa lalu Kadis Pendidikan saat masih di Perkimtan Kota Medan. Namun saat waktu Sholat Jumat tiba, kami berniat menunaikan salat di masjid dinas pendidikan karena itu lokasi terdekat. Tapi kami justru dilarang oleh salah satu pegawai tanpa alasan jelas," ujar Amiruddin, yang juga alumni Fakultas Hukum UIN Sumut.
"Larangan tersebut disaksikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Roedy Fachrizal," sambungnya.
Bahkan, kata Amiruddin, pegawai yang melarang Sholat Jumat tersebut sempat meminta aparat kepolisian menertibkan, dengan nada tinggi mengintimidasi.
Tak terima atas perlakuan tersebut, AMPSU menyampaikan aspirasi ke DPRD Sumut, karena tidak ditanggapi di Kantor Gubsu.
Massa AMPSU pun diterima anggota Komisi B serta Komisi E DPRD Sumut Dedi Iskandar dan Ahmad Darwis.
Dalam pertemuan dengan massa AMPSU, Dedi Iskandar langsung menelpon Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Roedy Fachrizal untuk meminta klarifikasi. Sekretaris dinas pun menyampaikan permohonan maaf atas larangan Sholat Jumat tersebut.
Permintaan maaf Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Roedy Fachrizal itupun tidak diterima oleh massa AMPSU.
"Bukan ke anggota dewan mereka minta maaf, seharusnya langsung ke kami (AMPSU) sebagai pihak yang sangat dirugikan. Ini menyangkut ibadah, menyangkut agama kami," tegas Amiruddin.
AMPSU menuntut agar Dinas Pendidikan Sumut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, baik melalui video resmi maupun pertemuan langsung dengan mahasiswa.
"Jika tidak ada itikad baik dari Dinas Pendidikan, kami akan kembali turun ke jalan. Ini bukan hanya soal unjuk rasa, tetapi soal hak kami umat islam untuk beribadah," pungkasnya.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Kelompok Mahasiswa Geruduk Kejati Sumut, Desak Kasus Daerah Hingga Intervensi TNI ke Kortas Tipikor Polri
Mobil Ditarik Leasing ACC, Mahasiswa UMSU Lapor ke Polrestabes Medan Belum Ada Kejelasan
Tuduhan Recehan Untuk Memecah Gerakan Mahasiswa
Apakah Mahasiswa Masih Menjadi Aktor Sejarah Indonesia?
Aktivis 98 Sebut Pemerintah Menggembosi Aksi Mahasiswa
Kelompok Mahasiswa Sampaikan Persoalan MBG, BBM, dan KDMP ke DPRD Medan
Komentar