Pemerhati Sosial Budaya: Kasihan Gubernur Sumut, Sudah Banyak Pengaduan ke Saya

Redaksi - Selasa, 02 Juni 2026 13:25 WIB
Pemerhati Sosial Budaya: Kasihan Gubernur Sumut, Sudah Banyak Pengaduan ke Saya
Poto: Istimewa
Khairul Saleh Nasution.
drberita.id -Dalam perhelatan akbar tahun 2024 lalu, Pasangan Bobby Nasution - Surya memiliki simpatisan yang sangat loyal, yaitu Bobby Lovers. Usai perhelatan itu, kelompok simpatisan itupun tetap menjelma menjadi kelompok yang dekat dengan Gubernur Sumut Bobby Nasution.

"Bahkan Ketua Umum Bobby Lovers, berinisial AN diduga melakukan pemerasan," ungkap Pemerhati Sosial Budaya Sumatera Utara, Khairul Saleh Nasution kepada wartawan, Senin, 1 Mei 2026.

Menurut Saleh, komunitas Bobby Lovers ini sangat meresahkan para pejabat di lingkungan Provinsi Sumatera Utara.

"Mungkin ketika kampanye kemarin, mereka digunakan sebagai mesin politik untuk mengumpulkan massa. Ketika Pilkada usai, mereka kehilangan arah, sehingga mereka kerap bergerak sendiri," tutur Saleh.

Ungkapan Saleh ini bukan semata-mata ingin menjatuhkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Namun ungkapan ini berdasarkan fakta yang diketahui oleh dirinya sendiri.

"Sudah banyak pengaduan ke saya. Jangan ganggu Pak Bobby, biarkan Pak Bobby bekerja membangun Sumut. Kasihan Pak Gubernur yang nantinya selalu difitnah. Kita ingin Pak Gubernur bekerja sebaik-baiknya untuk kemajuan masyarakat Sumut," tegasnya.

Salah satu dugaan intimidasi itu kata Saleh, terjadi pada Dinas Pendidikan Sumut. Ketua Umum DPP Relawan Bobby Lovers, Aspiadi Nasution, diduga menekan seorang pejabat dinas agar menunjuk London Napitupulu SPd sebagai Plh Kacabdis Pendidikan Wilayah VI Siantar-Simalungun, menggantikan Robinson Sitanggang yang akan memasuki masa pensiun.

"Dalam percakapan WhatsApp yang bocor, Aspiadi bahkan membawa-bawa nama pejabat penting di Sumut dan mengirim foto dirinya di meja kerja berlatar simbol Pemprovsu serta Bobby Lovers, yang dinilai sebagai bentuk tekanan psikologis," kata Khairul Saleh Nasution.

Karena tidak direspons, nada percakapan kemudian berubah menjadi ancaman verbal. Kasus ini akhirnya bocor ke publik dan memunculkan dugaan adanya praktik intimidasi terhadap ASN demi kepentingan jabatan dan proyek di lingkungan Pemprov Sumut.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru