Kejahatan Kemanusian: Irham Imbau Edy & Musa Berangkat ke Wamena

Artam - Kamis, 03 Oktober 2019 21:24 WIB
Kejahatan Kemanusian: Irham Imbau Edy & Musa Berangkat ke Wamena
drberita/istimewa
Irham Buana.
DRberita | Anggota DPRD Sumut Irham Buana mengimbau Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah agar turun langsung mengamankan warga Sumut yang ada di Wamena.

Kejahatan kemanusiaan di Wamena, Papua, memerlukan dialog-dialog antara pemda dan tokoh masyarakat setempat dengan pemda yang warganya banyak bermukim di sana.

"Untuk konteks Sumatera Utara, saya pikir pemda yakni Gubernur dan wakilnya beserta dewan harus segera turun langsung ke sana. Tidak bisa terpisah karena pemda itu kepala daerah dan DPRD. Harus berdialog dan urun rembug. Kejahatan kemanusiaan ini memang memerlukan urun rembug, itu sebab warga sangat perlu untuk ditenangkan," kata Irham, Kamis 3 Oktober 2019.

Politisi Golkar ini menduga ada pemantik atau pemicu yang mengakibatkan kejahatan kemanusiaan terjadi di Wamena.

"Tentu ada pemicu. Karena kita tahu selama ini Wamena kondusif, hubungan antara warga lokal dengan dari luar Wamena terjalin harmonis. Apa pemicunya harus diidentifikasi dengan urun rembug yang menjunjung kearifan lokal di sana. Kalau kita biarkan pemicu ini tentu bisa saja berdampak pada keberlangsungan kondusifitas nasional," kata Irham.

"Jadi bukan hanya semata hanya kita mendata warga," sambung Irham, menyarankan perlu dilakukan segera dengan sejumlah catatan.

"Misalnya dievakuasi ke tempat yang kondusif terlebih dulu tanpa harus memulangkan ke Sumut. Karena bila kita pulangkan ke Sumut, justru akan berdampak pada perekonomian warga kita yang sudah berpuluh tahun hidup bersama warga lokal di Wamena," kata Irham.

Terkait tim yang dibentuk Edy dan Musa untuk ke Wamena, Irham menyarankan agar melibatkan lembaga kemanusiaan independen.

"Memang kita tahu dalam tim ada juga Lembaga ACT terhadap kemanusiaan. Tapi saya pikir perlu dilibatkan tim lain seperti KontraS atau media massa yang update melaporkan kondisi real di sana tanpa masyarakat harus termakan info hoax," katanya. (art/drb)

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru