Koalisi Umat Islam Dukung Penuh Edy Rahmayadi Berantas Virus Babi
Artam - Selasa, 11 Februari 2020 19:41 WIB
drberita
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama perwakilan aktivis Islam di Masjid Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman, Medan.
DRberita | Koalisi Umat Islam Sumatera Utara (KUISU) mendukung sepenuhnya kebijakan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang berupaya memberantas virus colera babi.
Hal itu disampaikan oleh perwakilan KUISU di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman, Medan, Selasa 11 Februari 2020.
"Maksud dan tujuan pertemuan ini untuk memberikan dukungan ke Gubsu, kita khawatir denagn virus colera babi ini, ya ini harus diberantas, sudah sangat menghawatirkan. Bisa-bisa mewabah kemana-mana, bisa menular ke hewan ternak lainnya dan manusia," kata Koordinator KUISU Asmu'i Parinduri usai pertemuan, Selasa 11 Februari 2020.
Didampingi Eka Putra Zakran dan sejumlah aktivis Islam, Asmu'i mengatakan, maraknya teror bangkai babi tiga bulan terakhir ini telah membuat masyarakat resah, bukan saja umat Islam akan tetapi juga seluruh masyarakat di Sumut, khususnya Kota Medan.
"Puncaknya ya itu katanya aksi damai 'Save Babi' Senin 10 Februari 2020 kemarin di depan Kantor DPRD Sumut, bukan sekedar meyampaikan aspirasi itu, pendemo juga mewacanakan agar 10 Februari sebagai hari kedaulatan babi. Ini yang kita khawtirkan, jelas-jelas ini sangat mengusik ketenangan umat Islam. Sumut ini penduduknya mayoritas umat Islam," kata Asmu'i.
Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengapresiasi kehadirian perwakilan KUISU yang mendukung dirinya membuat kebijakan memberantas virus corela babi di Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan oleh perwakilan KUISU di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman, Medan, Selasa 11 Februari 2020.
"Maksud dan tujuan pertemuan ini untuk memberikan dukungan ke Gubsu, kita khawatir denagn virus colera babi ini, ya ini harus diberantas, sudah sangat menghawatirkan. Bisa-bisa mewabah kemana-mana, bisa menular ke hewan ternak lainnya dan manusia," kata Koordinator KUISU Asmu'i Parinduri usai pertemuan, Selasa 11 Februari 2020.
Didampingi Eka Putra Zakran dan sejumlah aktivis Islam, Asmu'i mengatakan, maraknya teror bangkai babi tiga bulan terakhir ini telah membuat masyarakat resah, bukan saja umat Islam akan tetapi juga seluruh masyarakat di Sumut, khususnya Kota Medan.
"Puncaknya ya itu katanya aksi damai 'Save Babi' Senin 10 Februari 2020 kemarin di depan Kantor DPRD Sumut, bukan sekedar meyampaikan aspirasi itu, pendemo juga mewacanakan agar 10 Februari sebagai hari kedaulatan babi. Ini yang kita khawtirkan, jelas-jelas ini sangat mengusik ketenangan umat Islam. Sumut ini penduduknya mayoritas umat Islam," kata Asmu'i.
Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengapresiasi kehadirian perwakilan KUISU yang mendukung dirinya membuat kebijakan memberantas virus corela babi di Sumatera Utara.
"Terima kasih dukungannya, ternyata masih ada umat Islam yang peduli dan mendukung kebijakan saya ini (memberantas virus colera cabi). Ini bukan soal mau memberantas babi, tetapi soal menjamin kesehatan kita bersama, semua masyarakat Sumut," kata Edy. (art/drc)
SHARE:
Editor
:
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Keberhasilan Edy Rahmayadi Mimpin Sumut Patut Diapresiasi dan Dilanjutkan
Bobby Nasution Salah Alamat Sebut Proyek Rumah Dinas Gubsu Rp. 2 Miliar ke Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi: Kita Percaya Pada Dukungan Tulus Masyarakat Sumut
Tiba di Puncak Barokah, Edy Rahmayadi Ingin Jadi Pemimpin Bermoral
Edy Rahmayadi Dapat Gelar Mangaraja Sojuangon Perkasa Alam Nasution dari Raja-raja Mandailing
Ribka Tjiptaning Ajak Kader PDI Perjuangan Tapteng Menangkan Edy Rahmayadi - Hasan Basri
Komentar