Virus Corona: Indonesia Periksa Ketat Semua Kapal Masuk dari China
Artam - Senin, 03 Februari 2020 00:19 WIB
ilustrasi
Kapal laut
DRberita | Semua kapal internasional, khususnya dari China yang masuk ke Indonesia diperiksa secara ketat oleh petugas untuk mengatisipasi penyebaran virus corona.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memberlakukan aturan itu di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).
Mengutip Antara, Minggu 2 Februari 2020, VP Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata mengatakan pemeriksaan ini dilakukan pada kapal internasional yang langsung ke Surabaya. Pemeriksaan dilakukan antara buoy 2 dan buoy 3.
Buoy adalah penanda yang diletakkan di laut agar kapal tidak merapat karena kedalaman dangkal. "Kapal akan dihentikan, selanjutnya petugas KKP naik kapal untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan," kata Wilis.
Data Pelindo III menunjukkan kapal peti kemas dan curah kering yang datang langsung dari China ke Surabaya rata-rata mencapai 26 unit hingga 36 unit per bulan. Pada Desember 2019, tercatat 36 unit kapal datang dari Negeri Tirai Bambu. Sementara pada Januari 2020, jumlahnya menurun menjadi 26 unit.
Sementara itu, kapal internasional yang terlebih dulu sandar di pelabuhan lain di Indonesia, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, dianggap telah bersih.
"Jika kapal dinyatakan clear and clean, maka Pelindo III baru akan mengirimkan kapal pandu sehingga kapal tersebut bisa sandar dan melakukan bongkar-muat di Pelabuhan Tanjung Perak," jelasnya.
Selain pengecekan langsung, KKP juga meletakkan satu unit alat deteksi suhu tubuh di Gapura Surya Nusantara (GSN). Pengecekan dilakukan kepada seluruh penumpang kapal yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak.
Jika didapati awak atau penumpang kapal yang terindikasi terpapar virus corona maka terdapat tiga opsi tindakan. Pertama, pasien tersebut langsung dirawat di rumah sakit rujukan. Kedua, pasien tersebut dideportasi. Ketiga, kapal ditolak sandar.
Rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan adalah RSU Dr. Soetomo Surabaya, RSU Dr. Saiful Anwar Malang, RSU Dr. Soebandi Jember, RS Dr. Koesma Tuban, RS Dr. S Djatikoesoemo Bojonegoro, RS Pare Kediri, RS Blambangan Banyuwangi, dan RS Soedono Madiun.
"Untuk keputusan, kami mengikuti keputusan pihak KKP. Hal ini telah kami sosialisasikan kepada agen pelayaran," tegas Wilis.
Di sisi lain, Pelindo III menyiapkan RS PHC Surabaya sebagai tempat pemeriksaan awal bagi awak maupun penumpang kapal yang terindikasi terpapar virus corona.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memberlakukan aturan itu di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).
Mengutip Antara, Minggu 2 Februari 2020, VP Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata mengatakan pemeriksaan ini dilakukan pada kapal internasional yang langsung ke Surabaya. Pemeriksaan dilakukan antara buoy 2 dan buoy 3.
Buoy adalah penanda yang diletakkan di laut agar kapal tidak merapat karena kedalaman dangkal. "Kapal akan dihentikan, selanjutnya petugas KKP naik kapal untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan," kata Wilis.
Data Pelindo III menunjukkan kapal peti kemas dan curah kering yang datang langsung dari China ke Surabaya rata-rata mencapai 26 unit hingga 36 unit per bulan. Pada Desember 2019, tercatat 36 unit kapal datang dari Negeri Tirai Bambu. Sementara pada Januari 2020, jumlahnya menurun menjadi 26 unit.
Sementara itu, kapal internasional yang terlebih dulu sandar di pelabuhan lain di Indonesia, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, dianggap telah bersih.
"Jika kapal dinyatakan clear and clean, maka Pelindo III baru akan mengirimkan kapal pandu sehingga kapal tersebut bisa sandar dan melakukan bongkar-muat di Pelabuhan Tanjung Perak," jelasnya.
Selain pengecekan langsung, KKP juga meletakkan satu unit alat deteksi suhu tubuh di Gapura Surya Nusantara (GSN). Pengecekan dilakukan kepada seluruh penumpang kapal yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak.
Jika didapati awak atau penumpang kapal yang terindikasi terpapar virus corona maka terdapat tiga opsi tindakan. Pertama, pasien tersebut langsung dirawat di rumah sakit rujukan. Kedua, pasien tersebut dideportasi. Ketiga, kapal ditolak sandar.
Rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan adalah RSU Dr. Soetomo Surabaya, RSU Dr. Saiful Anwar Malang, RSU Dr. Soebandi Jember, RS Dr. Koesma Tuban, RS Dr. S Djatikoesoemo Bojonegoro, RS Pare Kediri, RS Blambangan Banyuwangi, dan RS Soedono Madiun.
"Untuk keputusan, kami mengikuti keputusan pihak KKP. Hal ini telah kami sosialisasikan kepada agen pelayaran," tegas Wilis.
Di sisi lain, Pelindo III menyiapkan RS PHC Surabaya sebagai tempat pemeriksaan awal bagi awak maupun penumpang kapal yang terindikasi terpapar virus corona.
"PHC sudah menyiapkan satu ruangan isolasi khusus yang akan digunakan untuk melakukan pemeriksaan awal. Selanjutnya pasien akan dirujuk ke sejumlah rumah sakit yang telah ditunjuk," katanya. (art/drc)
SHARE:
Editor
:
Sumber
: cnnindonesia.com
Tags
Berita Terkait
Macron Tolak Tes PCR di Rusia, Pemuda Katolik: Lendir Saja Tidak Rela Kasih, Konon Sejengkal Tanah
Sebanyak 436 Pegawai KPK Positif, 10 Orang Meninggal Dunia
Camat Medan Deli: Hindari Tempat Keramaian Jika Tidak Mendesak
Catatan Kecil Perjuangan: Selamat Jalan Singa Allah & Muallim Umat Allahuyarham Ustadz Tengku Zulkarnain
Kalah Lawan Virus Corona, Ustadz KH. Tengku Zulkarnai Meninggal Dunia
200 Pegawai Bank Sumut Ikut Vaksinasi Covid-19
Komentar