Aksi Mahasiswa GMNI Dikawal Puluhan Polisi: Lalulintas Macet Depan Kantor Walikota dan DPRD Medan
Redaksi - Jumat, 08 Mei 2026 22:25 WIB
Poto: Istimewa
Aksi mahasiswa GMNI depan Kantor DPRD Medan.
drberita.id -Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berlangsung di depan Kantor Walikota Medan dan DPRD Kota Medan, Jumat 8 Mei 2026. Aksi dikawal puluhan polisi dari Polrestabes Medan, dan Polsek Medan Baru.
Pengamanan dilakukan oleh personel Polrestabes Medan bersama jajaran Polsek Medan Baru dipimpin langsung Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat.
Sejak awal, aksi berjalan tertib dengan mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait persoalan pendidikan nasional dan kebijakan pemerintah.
Namun situasi mulai memanas ketika massa kecewa karena tidak ada perwakilan pejabat Pemerintah Kota Medan maupun anggota DPRD yang menerima mereka, mengingat aksi berlangsung pada hari Jumat.
Dalam orasinya, massa aksi GMNI Kota Medan terus menyuarakan tuntutan secara bergantian. Ketegangan meningkat saat sejumlah mahasiswa menggoyang-goyangkan pintu gerbang DPRD Medan hingga diduga mengalami kerusakan.
Tidak hanya itu, massa juga membakar ban di badan jalan hingga menimbulkan kobaran api dan kepulan asap tebal di sekitar lokasi aksi.
Di tengah situasi yang mulai memanas, Kapolsek Medan Baru Kompol Bambang Gunanti tetap berdiri di garis depan bersama personel kepolisian lainnya untuk menjaga keamanan dan mencegah bentrokan.
Dengan pendekatan humanis, Kompol Bambang mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga etika dan karakter baik dalam menyampaikan aspirasi.
"Adik-adik, kenapa demonya hari Jumat? Karena para anggota dewan tidak berada di kantor. Apakah tidak sebaiknya dilakukan hari Senin agar aspirasi bisa langsung diterima," ujar Kompol Bambang di hadapan massa aksi.
Ia menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak demokrasi yang dijamin undang-undang. Namun, kebebasan tersebut harus tetap disertai sikap santun, tertib, serta tidak merugikan masyarakat lain.
Massa aksi juga sempat menyoraki petugas keamanan (Security) di dalam kantor DPRD Medan sambil meminta gerbang dibuka. Namun pihak keamanan menolak membuka pintu karena tidak ada satu pun anggota dewan berada di lokasi.
Situasi semakin ricuh ketika sebagian massa terus mengguncang gerbang dan memaksa masuk. Puluhan petugas keamanan terlihat kewalahan menghadapi desakan massa.
Selain itu, aksi mahasiswa turut menutup sebagian ruas jalan di depan DPRD Medan menuju arah Lapangan Merdeka. Akibatnya, arus lalu lintas mengalami kemacetan cukup panjang hingga pengendara membunyikan klakson karena terganggu.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
GMNI Sampaikan Sejumlah Tuntutan Pendidikan: Salah Satunya Mendesak Transparansi Anggaran
Anggota DPRD Medan Respon Aksi GMNI: Pintu Gerbang Rusak dari Uang Rakyat
Anggaran Rehab Rumah Dinas Walikota Medan Rp. 4,9 Miliar, Rahmad Ritonga: Kita Jadi Curiga
Peringati Hardiknas 2026, Balita Stunting di Kota Medan Dapat Bantuan Susu dan Vitamin
Harta Kekayaan Walikota Medan Jadi Sorotan, GPA Minta KPK dan Kejaksaan Agung Periksa LHKPN Rico Waas
Pemko Medan Akan Perbaiki 23 Puskesmas: Ada 2 Kegiatan Dengan Objek Yang Sama Tapi Nilainya Berbeda
Komentar