Aktivis 98 Sarankan PKB-Golkar Bentuk Koalisi Baru
Koalisi PKB dan Golkar Lebih Realistis
Redaksi - Minggu, 14 Mei 2023 01:12 WIB
Poto: Istimewa
Kordinator Forum Aktivis 98 Sumut Ikhyar Velayati.
drberita.id -Kordinator Forum Aktivis 98 Sumut Ikhyar Velayati menyarankan PKB dan Golkar membentuk koalisi baru dalam Pilpres 2024, dari pada harus bersusah payah menyatukan dua poros koalisi yang mustahil bisa terwujud.
"Lebih baik PKB dan Golkar fokus membentuk koalisi baru, dari pada bergenit-genit ria berwacana mencoba hal yang mustahil, yaitu menyatukan dua koalisi KKIR dan KIB dalam pilpres 2024," kata Ikhyar Velayati dalam keterangan persnya, Sabtu 13 Mei 2023.
Sebelumnya, ada pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar beserta pengurus masing masing partai di Restoran Plataran, Jakarta, Rabu 3 Mei 2023.
Pertemuan tersebut melahirkan wacana penyatuan dua poros koalisi, yaitu poros Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) dan Poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
PKB dan Golkar mengambil peran inisiator sekaligus bertanggungjawab mengkomunikasikannya dengan Parpol lain agar wacana koalisi besar tersebut bisa terwujud.
Menurut ikhyar, koalisi PKB dan Golkar lebih realistis dibentuk karena kepentingan politiknya lebih mudah di kompromikan.
"Koalisi baru ini lebih realistis terbentuk di sebabkan kepentingan utama dua Partai (PKB-Golkar) bisa terakomodir, tinggal kompromi saja siapa capres dan siapa cawapresnya," ujarnya.
Sementara wacana penyatuan dua koalisi atau koalisi besar sangat susah terwujud disebabkan kepentingan anggota koalisi yang tidak terdamaikan
"Jika bergabung dalam koalisi besar (KKIR-KIB) Golkar dan PKB rebutan cawapres yang tak mungkin terdamaikan. Di sisi lain gestur politik Prabowo terlihat justru lebih tertarik pada partainya, tetapi tidak pada ketumnya untuk digandeng sebagai cawapresnya, kecuali terpaksa tidak ada pilihan lain," jelasnya.
Memang wacana pembentukan koalisi besar yang mencoba menyatukan KKIR yang digawangi Gerindra-PKB dan poros koalisi Indonesia bersatu yang berisi Partai Golkar, Partai amanat Nasional dan PPP mulai mengalami jalan buntu.
Partai Golkar dan PKB yang berperan menjadi penggerak guna menjalin komunikasi dengan partai lain justru mulai berbenturan kepentingan
dan saling klaim lebih layak untuk mendampingi Prabowo sebagai cawapres.
Polemik siapa cawapres Prabowo yang lebih layak muncul paska pertemuan tim kecil dari PKB yang diwakili Faisol Reza dan Nusron Wahid mewakili Partai Golkar di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Rabu 10 Mei 2023.
Ketua Bappilu PKB Faisol Reza menegaskan pihaknya ingin ketua umum mereka Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi cawapres Prabowo Subianto. Jika Cak Imin jadi cawapres Prabowo, kata Faisol, ia berharap Ketua Golkar, Airlangga Hartarto, bisa menjadi ketua pemenangan.
"Iya, pasti itu kan (Golkar ajukan Airlangga cawapres). Kita senang kalau Pak Airlangga jadi ketua tim pemenangan (Prabowo-Cak Imin)," kata Faisol.
Sementara Ketua DPP Partai Golkar Nusron Wahid mengakui partainya telah mengajukan proposal agar Airlangga Hartarto bisa ditunjuk menjadi calon wakil presiden (cawapres).
Proposal itu telah diajukan kepada Prabowo Subianto. Nusron mengatakan proposal itu diharapkan dapat diterima partai politik yang tergabung dalam koalisi besar.
"Salah satu proporsal adalah Prabowo Presiden dan Wakil Presidennya dari KIB yaitu Airlangga Hartarto. Tapi itu harus diterima, dan diterima oleh PKB dan PAN yang ikut bergabung disini," ujar Nusron.
Oleh karena itu, menurut Ikhyar, konsentrasi saja koalisi Golkar-PKB, selain lebih mungkin juga akan mengakselerasi dinamika politik dan peta pilpres semakin mengkerucut
Mantan aktivis 98 yang beberapa kali di tahan di era orba tersebut juga mengatakan lahirnya koalisi PKB Golkar dengan paket Capres/Cawapres Cak Imin - Erlangga atau sebaliknya akan membuat peta politik akan semakin dinamis dan mengkerucut.
Hal ini dirasa sangat menguntungkan bagi iklim demokrasi karena banyaknya opsi capres/cawapres yang akan dipilih masyarakat dengan segala kelebihan dan kelemahannya.
"Di prediksi akan ada 4 paket Capres/Cawapres. Koalisi PDIP dengan PPP dan Ganjar sebagai Capres. Kemudian Koalisi Perubahan Nasdem, PKS, Demokrat yang mengusung Anies Baswedan sebagai Capres, koalisi PKB Golkar dengan paket Capres/Cawapres Cak Imin-Erlangga atau sebaliknya, dan terakhir Gerindra - PAN dengan Prabowo sebagai pilihan rasional sebagai Capres," prediksi Ikhyar.
"Pertarungan dalam koalisi tinggal memperebutkan siapa cawapres yang bisa berkontribusi dalam membantu perolehan suara dalam Pilpres 2024," tutup Ikhyar.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Desak Kejaksaan Agung Periksa Pemilik 42 SPPG MBG di Sumut
BP: Anies Tampil Sebagai Pemimpin dan Negarawan di Debat Capres ke 5
Syaiful Syafri: Debat Capres ke 5 Tuntutan Perubahan, Keadilan dan Kesetaraan
Capres Anies Tiba di Pinang Sori Dijemput Bambang Priono dan Edy Rahmayadi
TPD AMIN Sumut Maksimal Sambut Kampanye Akbar Capres Anies Baswedan
Debat Capres ke 3, Edy Rahmayadi Tampilkan Lagu Anis Cak Imin Pimimpin Indonesia
Komentar