Alasan Ideologis Pancasila, PDIP Tak Akan Berkoalisi Dengan Demokrat dan PKS

Artam - Minggu, 19 Juli 2020 16:45 WIB
Alasan Ideologis Pancasila, PDIP Tak Akan Berkoalisi Dengan Demokrat dan PKS
Foto: Istimewa
Djarot Saifuf Hidayat. Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut.

drberita.id | Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Djarot Saiful Hidayat menegaskan PDIP tak akan berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKS di Pilkada Serentak 9 Desember 2020. Alasannya, ideologis pancasila dalam aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Partai mengambil keputusan atas dasar pertimbangan ideologis bagaimana pancasila dijalankan dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Aspirasi untuk tidak bekerja sama dengan Partai Demokrat dan PKS banyak saya terima," kata Djarot kepada wartawan, Minggu 19 Juli 2020.



Menurut Djarot, keberadaan Partai Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan, sehat bagi demokrasi. Lagipula, partainya terus mendorong kerjasama politik dengan seluruh partai pengusung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Palestina Hilang dari Google Maps, Mahasiswa UI Imbau Umat Islam Gunakan Yandex Maps


Djarot menjelaskan, kerjasama partai politik dalam pilkada 2020 merupakan embrio kerjasama Pemilu 2024 yang akan datang. "PDI Perjuangan terus kedepankan semangat gotong-royong dan siap bekerja sama dengan parpol pendukung pemerintah," ujarnya.

Sikap PDIP ini, kata Djarot, sebagai reaksi dari mesranya Demokrat dan PKS di luar pemerintahan sebagai oposisi. "Sikap politik antara Partai Demokrat dan PKS justru memberikan peta ke depan bagaimana kedua partai tersebut semakin beriringan dalam kerjasama politik yang berbeda dengan arah PDIP," tambahnya.



PDIP, lanjut Djarot di dalam setiap proses kaderisasi partai selalu mengedepankan pentingnya kesadaran ideologi berdasarkan pancasila, kesadaran politik, kesadaran organisasi dan menyelesaikan masalah rakyat.

Baca Juga: Muzakir Manaf Pimpin Rapat Teknis Pemulangan Warga Aceh dari Malaysia


"Kami juga selalu memupuk kesadaran di dalam kehidupan berbangsa yang satu, namun dengan keanekaragaman sebagai rahmat," ungkapnya.




(art/drb)

SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru