Apresiasi Untuk Pj Gubsu Lepas Tim Ulos 1000 Meter ke Monas Jakarta
Puncak Acara di Open Stage Parapat
Redaksi - Kamis, 26 Oktober 2023 17:00 WIB
Poto: Istimewa
Pj Gubsu Hassanudin dan Tim Kerja Panitia Hari Ulos ke Monas Jakarta.
drberita.id -Kadis Pendidikan Sumut priode 2010 - 2014 Syaiful Syafri mengapresiasi Pj Gubsu Hassanudin yang melepas Tim Kerja Panitia Hari Ulos ke 9, yang berangkat membawa ulos sepanjang 1000 meter ke Tugu Monas, Jakarta, pada 30 Oktober 2023.
Tim ulos diberangkatkan Pj Gubsu Hassanudin dari halaman Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan.
"Ini sangat luar biasa, apa yang dibuat Pj Gubsu Hassanudin. Patut diapresiasi oleh seluruh masyarakat Sumut, khususnya masyarakat batak," ucap Syaiful Syafri dalam siaran persnya, Kamis 26 Oktober 2023.
"Semoga tim yang berangkat tidak mendapatkan kendala dalam perjalanannya ke Monas Jakarta," sambungnya.
Menurut Syaiful Syafri, tim kerja yang berangkat di antaranya Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho, Ketua Tim Kerja Panitia Ulos Mikhael Siregar, Sekretaris Arief Tampubolon, sejumlah anggota panitia, mantan Walikota Medan Rahudman Harahap, dan Tokoh Masyarakat Batak dari Sumut.
Ulos telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2014, untuk diperingati setiap 17 Oktober. Ulos 1.000 meter akan dibentang di Tugu Monas Jakarta pada 30 Oktober 2023.
"Pj Gubsu Hassanudin layak mendapatkan apresiasi dengan memberangkatkan tim ulos ke Monas Jakarta. Sungguh sikap Pj Gubsu yang patut diapresiasi oleh masyarakat Sumut, khususnya masyarakat batak," kata Syaiful Syafri.
Punca acara peringatan Hari Ulos Nasional ke 9 telah dilaksanakan pada 17 Oktober 2023 di Open Stage Parapat, Danau Toba, Sumut, yang dihadiri Staf Ahli Menteri Pariwisata Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif Restog Krisna Kesuma.
Kemudian, Tokoh Mayarakat Sumut Rahudman Harahap, mantan Bupati Sergai Soekirman, anggota DPRD Sumut Rony Situmorang, WR1 Universitas HKBP Nomensen Medan Dr. Jadongan Sijabat, dan lainnya.
Menurut Syaiful Syafri, ulos masyarakat Adat Batak dari Toba, Angkola, Karo, Pakpak, dan Simalungun, merupakan warisan budaya tak benda Bangsa Indonesia yang hidup subur di Sumatera Utara.
Ulos diproduksi secara manual dengan alat tenun terbuat dari kayu, bukan mesin, dan dikerjakan oleh tangan manusia.
"Ulos dibuat semula sebagai sarana untuk menghangatkan tubuh di derah dingin, dan semakin berkembangnya budaya manusia, khususnya suku batak,0 menjadi selendang dan sarung, yang dipergunakan untuk acara pesta adat perkawinan, kematian, dan belakangan ini untuk menyambut tamu kehormatan," kata Syaiful Syafri.
"Kita berharaf dengan terpajangnya ulos 1000 meter di Tugu Monas, pemerintah terdorong untuk membuat keputusan hukum bahwa 17 Oktober menjadi hari Ulos Nasional," tutup Wakil Ketua DPW PKB Sumut ini.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
KPK Diminta Periksa Mantan Pj Gubsu Agus Fathoni dan 4 Orang Lainnya Agar Terungkap Pergeseran APBD Sumut
Masyarakat Asahan Doakan Mantan Bupati Jadi Pj Gubsu dari Hasil OTT KPK
Aktivis 98 Anggap Pj Gubsu dan Kadispora Sukses Persiapkan PON XXI Aceh-Sumut
Cak Imin Tiba di Kualanamu Disemati Ulos Batak
Buruh Sumut Ancam Pj Gubsu Desak UMP 15%
Pulang dari Monas, Tim Ulos 1.000 Meter Temui Sahabat Semua Suku
Komentar