Bela Edy Rahmayadi, Kader Demokrat: Jewer Bahasa Kasih Sayang, Gak Sampai Buat Rahang Geser

- Kamis, 30 Desember 2021 16:23 WIB
Bela Edy Rahmayadi, Kader Demokrat: Jewer Bahasa Kasih Sayang, Gak Sampai Buat Rahang Geser
Poto: Istimewa
Ketua Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Pakpak Bharat Julwanri Munthe.
drberita.id | Pembawaan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memang agak keras dan terkesan kasar, namun bisa dipastikan kulit luar saja. Pada akhirnya beliau mengayomi dan merangkul.

Demikian dikatakan Ketua Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Pakpak Bharat Julwanri Munthe dalam keterangan tertulis, Kamis 30 Desember 2021.
"Penilain awal atau preferensi kita memang harus kita sesuaikan, mau gimana lagi latar belakang militer, eks Pangkostrad. Yang bahaya kalau memang dasarnya sejak awal kita tidak suka, itu beda cerita, dasar gak sor itu bahaya," ungkap Julwanri Munthe.
BACA JUGA:
Ada 109 Titik: Warga Kota Medan Kena "Isolasi" Jelang Malam Tahun Baru 2022
Kader Demokrat dna mantan aktivis yang pernah secara langsung berhadapan dengan mantan Panglima Kodam Bukit Barisan tersebut menilai tidak ada maksud tak baik Gubernur Edy.
"Bukan membenarkan, memang jenis bahasa di militer selain bahasa lisan, ada bahasa tangan atau kaki bahkan, namun saya melihat menjewer itu tidak di antara itu, untuk sekelas jenderal, itu bahasa kasih sayang," katanya.

Sebab bahasa tangan dan kaki, lanjut Julwanri, sudah dikonfirmasinya itu memang ada. "Rahang saya pernah bergeser dibuat anggotanya saat kita pernah demo Makodam, sekali lagi jeweran itu bukan di antara bahasa yang saya sebut di atas, namun bahasa kasih sayang sebagai satu kesatuan, sebagai satu tim untuk memajukan olahraga Sumatera Utara," sebutnua.

Soal pembawaanya Edy Rahmayadi, nada suara dan lain-lainnya, ajak Julwanri Munthe bisa dimaklumi, apalagi sudah diakui secara terbuka untuk senyumpun beliau susah.
BACA JUGA:
Jokowi: Pelayanan Publik Bukti Nyata Kehadiran Negara
"Positif saja, mungkin bang Edy ingin memelihara semangat para pelatih sampai PON Sumut 2024, dan setiap undangan harus antusias untuk gerakan bersama dengan tidak luput satu orang pun, jelas bukan soal gila hormat yang banyak dalam pemberitaan," tutup alumni Ilmu Politik USU ini.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru