Bobby Nasution Yakin R-APBD Medan 2024 Mampu Selesaikan Program Prioritas

Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrim
Redaksi - Rabu, 20 September 2023 09:40 WIB
Bobby Nasution Yakin R-APBD Medan 2024 Mampu Selesaikan Program Prioritas
Poto: Istimewa
Walikota Medan Bobby Nasution.
drberita.id -Nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2024 Kota Medan, diperkirakan sebesar Rp7,46 triliun lebih.

Sedangkan belanja daerah sebesar Rp7,99 triliun lebih, dan pembiayaan netto sebesar Rp531,6 miliar lebih.

Walikota Medan Bobby mengatakan, tahun anggaran 2024 merupakan tahun ke-4 implementasi pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, juga tahun terakhir sebelum Pilkada serentak tahun 2024.

Karena itu, kerangka regulasi dan kerangka anggaran yang dirumuskan di dalam R-APBD tahun anggaran 2024 diharapkan menjadi instrument menyelesaikan dan menuntaskan target kinerja prioritas pembangunan sesuai RPJMD.

"Arah kebijakan dan kerangka APBD haruslah berbasis kesejahteraan. Pengelolaan APBD secara keseluruhan diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian kota yang berdampak kepada peningkatan pendapatan masyarakat secara lebih merata. Juga dapat mewujudkan landasan dan pondasi yang kuat untuk melanjutkan pembangunan kota di masa akan datang," kata Bobby Nasution dalam rapat paripurna penyampain ranperda tentang APBD 2024 di DPRD Medan, Selasa 19 September 2023.

Rapat paripurna penyampaian pengantar R-APBD tahun 2024 ini dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE didampingi Wakil Ketua Ikhwan Ritonga, Rajudin Sagala, Bahrumsyah.

Hadir juga Wakil Walikota Medan Aulia Rahman, Sekda Wiriya Alrahman, sejumlah Forkopimda Medan, OPD, Camat dan Lurah.

Masih Bobby Nasution, ketersediaan sumber pembiayaan pembangunan Kota Medan sangat terbatas. Maka, alokasi belanja daerah mendukung berbagai program prioritas pembangunan harus berdasarkan kepada perencanaan dan penganggaran yang mempertimbangkan hasil, manfaat, dan dampak secara langsung kepada masyarakat.

Selanjutnya, untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan, APBD harus bersifat sinergis dan kolaboratif dengan sumber pembiayaan pembangunan lainnya. Baik bersumber dari pemerintah tingkat atasan, sektor swasta maupun masyarakat.
"Sehingga melalui kolaborasi penganggaran, kualitas dan kuantitas pembangunan Kota Medan dapat lebih dioptimalkan," katanya.

Dari sisi alokasi belanja daerah, R-APBD tahun 2024 sangat memperhatikan program program berbasis masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui program ini, lanjut Bobby, diharapkan target menurunkan angka kemiskinan ekstrim dan pemerataan pembangunan dapat lebih dioptimalkan.

"Apapun program program masyarakat berpenghasilan rendah ini, cukup besar dialokasikan dalam R-APBD tahun 2024," kata Bobby Nasution.

Seperti dialokasikan di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan program program sosial lainnya.

"Kita yakin, melalui kerangka regulasi dan anggaran yang ditetapkan, R-APBD 2024 ini selain menjadi roda penggerak produktivitas masyarakat juga diharapkan mampu menurunkan kesenjangan sosial yang menjadi salah satu tantangan pokok pembangunan kota," ungkapnya.

Proses pembangunan kota, kata Bobby, tidak hanya membutuhkan kapasitas fiscal yang kuat, tetapi harus didukung modal sosial. Masuknya investasi serta didukung angka kerja terampil, maka RAPBD tahun 2024 diyakini memiliki landasan fiscal yang kuat. Untuk menjaga dan memelihara kondisi ketertiban umum semakin kondusif.

"Kita yakin, R-APBD tahun 2024 yang dirumuskan, memiliki kemampuan fiscal kuat untuk melanjutkan dan menyelesaikan program prioritas strategis pembangunan kota yang sudah ditetapkan," tegas Bobby Nasution.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru