Burhanuddin Sitepu: Pemko Medan Masih Salah Urus Banjir

- Senin, 20 Desember 2021 21:00 WIB
Burhanuddin Sitepu: Pemko Medan Masih Salah Urus Banjir
Poto: Muhammad Artan
Kantor Pemko Medan
drberita.id | Persoalan banjir masih menghantui warga Kota Medan, khususnya warga Kecamatan Medan Sunggal, Medan Tuntungan, dan Medan Selayang. Apalagi dalam beberapa hari ini, Kota Medan terus diguyur hujan.

Keresahan warga ini terungkap dalam Reses Masa Sidang I Tahun III Anggaran 2021 yang digelar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu di Jalan Setia Budi Nomor 173-D Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu 18 Desember 2021.
Khairul Hanafi, Kepala Lingkungan (Kepling) 7, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, menyampaikan, selama ini warga Kelurahan Tanjungrejo selalu menjadi langganan banjir. Apalagi, ada dua sungai yang membelah Kelurahan Tanjungrejo, yakni Sungai Batuan dan Sungai Selayang.
BACA JUGA:
Pengamat Hukum: BNPT dan Densus 88 Harus Ungkap Kabar ISIS di UINSU
Jika sungai meluap, sebutnya, warga hampir di semua lingkungan khususnya di Lingkungan 4, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 17, dan 19, selalu kebanjiran.

"Kalau sudah banjir, kami sebagai kepala lingkungan selalu diprotes warga. Jadi, kami mohon kedua sungai itu segera dinormalisasi. Melalui reses ini kami meminta Bapak Burhanuddin Sitepu agar ini disuarakan melalui paripurna DPRD Medan," harapnya.
Persoalan banjir ini juga disampaikan Nur Fatimah, warga Komplek Sakura Indah, Medan Tuntungan. Menurutnya, dua tahun pertama ia tinggal di komplek perumahan itu, tidak terkena banjir.

"Namun memasuki tahun ketiga hingga saat ini, kami selalu kebanjiran. Kalau sudah turun hujan seperti saat ini, saya sudah stres. Saya sudah tua, tak sanggup lagi menguras-nguras. Mohonlah agar ada solusi dalam mengatasi banjir ini," pintanya.

Menyikapi hal ini, Burhanuddin Sitepu mengungkapkan, persoalan banjir memang seperti tidak ada selesainya di Kota Medan.

"Saya menilai, ini salah urus. Orang orang yang menangani persoalan banjir ini bukan ahlinya. Karena sampai sekarang masih meraba, belum ada solusinya. Makanya, serahkan pada ahlinya," kata Burhanuddin yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Medan membidangi pembangunan.
BACA JUGA:
Hari Anti Korupsi Depan Kantor Gubsu: Pejabat Sumut Dapat Hadia Martabak Telur
Menurutnya, penyebab banjir di Kota Medan bukan cuma satu. Karenanya, normalisasi sungai saja tidak cukup kalau drainase tidak diperbaiki. Debit air tidak sebanding dengan drainase yang ada, sehingga ketika hujan deras air meluap ke jalan dan terjadi genangan air.
Burhanuddin juga mengungkapkan, dari pemetaan Pemko Medan, saat ini ada 1.500 titik genangan air di Kota Medan, dari sebelumnya hanya 500 titik.

"Tahun 2022, pemko juga sudah mengalokasikan anggaran Rp 1 triliun untuk mengatasi banjir ini. Jadi, dari segi anggaran tidak ada masalah. Kita lihat saja nanti seperti apa hasilnya. Mudah-mudahan dengan adanya kedekatan emosional Walikota Medan dengan Kementerian PUPR, persoalan banjir ini bisa segera diatasi," katanya.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru