Camat Kualuh Selatan Dituduh LGBT, Ini Kata Sekda Labura
Poto: Darrenz
Sekda Labura M. Sueb
drberita.id | Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pemkab Labura) akhirnya buka suara terkait beredarnya kabar yang menyebutkan Camat Kualuh Selatan, Suwedi terlibat perilaku seks menyimpang yang biasa disebut LGBT.
Dikonfirmasi Senin 12 September 2022, Sekretaris Daerah Pemkab Labura M. Suib mengaku baru mengetahui tentang hal tersebut. Suib mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu persoalan kabar LGBT tersebut.
"Sesungguhnya kami baru mendapatkan informasi ini, untuk selanjutnya akan kami pelajari terlebih dahulu," tulis Suib, menjawab konfirmasi wartawan.
BACA JUGA:
Dituduh LGBT, Camat di Labura Tidak Mau Lapor ke Polisi
Ditanya apakah Pemkab Labura akan mengambil upaya hukum untuk menjawab tuduhan dari kelompok mahasiswa, Suib kembali menegaskan, pihaknya akan mempelajari persoalan ini.
"Seperti yang kami ungkapkan, akan kami pelajari terlebih dahulu," pungkasnya.
Berbeda dengan M. Suib, Ketua DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Labura, H. Rori Syahputra Tambunan justru mendorong agar Pemerintah Kecamatan Kualuh Selatan mengambil upaya hukum dalam menyikapi tuduhan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Perubahan Indonesia (MAPIA) Sumatera Utara tersebut.
BACA JUGA:
Sindikat Mafia Tanah Jual Kawasan Hutan Eks CV. CSA di Labura ke Masyarakat
Rori Tambunan berpendapat, untuk menjaga nama baik Suwedi secara pribadi dan nama baik Pemerintah Kecamatan Kualuh Selatan, sebaiknya diambil langkah langkah hukum, agar ke depannya dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk tidak seenaknya membuat isu negatif dan fitnah seperti itu.
"Ya, nanti saya akan coba komunikasi dengan beliau (Suwedi)," ujar Rori Tambunan, Senin 12 September 2022.
Sebelumnya diberitakan, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Perubahan Indonesia (MAPIA) menyebarkan informasi tentang rencana aksi mereka untuk berunjukrasa pada Senin 12 September 2022 di halaman Kantor Bupati Labura.
[br]
Dalam salinan surat mereka yang diterima wartawan, mahasiswa ini menuntut agar Bupati Labura mencopot Camat Kualuh Selatan Suwedi karena terjerumus dalam perilaku seks menyimpang atau LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).
"Sesuai temuan kami di lapangan dan laporan masyarakat serta bukti yang kami dapatkan, kami telah menemukan kejanggalan pada Bapak Camat Kualuh Selatan, yang kami duga telah melakukan hubungan LGBT atau pun Gay yang sangat merusak jiwa pemimpin khususnya di Kecamatan Kualuh Selatan Labuhanbatu Utara," demikian dikutip dari surat mahasiswa tersebut.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Sofyandi Lubis: Banyak Pemimpin Bangsa Lahir dari Rahim Pergerakan Mahasiswa
Seminar Nasional Leadership Insight Connection IKAFEB USU: Memimpin Dengan Empati, Membangun Resiliensi
2 Mahasiswa Korban Represif Anggota Polrestabes Medan Lapor ke Propam Polda Sumut
2 Mahasiswa HIMMAH Jadi Korban Represif di Unjuk Rasa Depan Polrestabes Medan
323 Pelajar dan Mahasiswa Dapat Beasiswa dan Penguatan UMKM dari Zakat Pegawai Bank Sumut
FABEM Desak Kapolda Sumut Tangkap Pria Pijak Kepala Mahasiswa di Bank Mandiri Medan
Komentar