GPA 66 Lahir Untuk Kawal Keutuhan dan Persatuan NKRI
Azhari AM Sinik Pimpin GPA 66
Redaksi - Kamis, 28 September 2023 19:14 WIB
Poto: Istimewa
Generasi Penerus Angkatan 66 berkumpul di bekas rumah mantan Gubernur Sumatera Utara.
drberita.id -Sejumlah tokoh pelaku sejarah dari eksponen Angkatan 66 dan para putra putri tokoh tokoh tersebut berkumpul, melakukan dialog kebangsaan, di Premium Cafe, Jalan Sakti Lubis simpang Jalan STM Medan, pada Selasa 26 September 2023.
Lokasi pertemuan merupakan rumah mantan Gubernur Sumut Almarhum H. Marah Halim Harahap. Pertemuan diinisiasi oleh Azhari AM Sinik, anak pelaku pejuang Angkatan 66, Almarhum Abdul Muthalib Sinik.
Selain dialog kebangsaan dengan sejumlah tokoh Angkatan 66, di antaranya dr. Djamaluddin Rambe, H. Amin alias Jhon Pungut, Ahmad Husen, H. Amiruddin (KAPI 66), Hj. Nilam Sari, Hj. Surawana Sudian (Laskar Ade Irma Suryani), Efwita Effendi Nasution (Putri Almarhum HMY Effendi Nasution alias Pendi Keleng), Susi Gurning, HA. Nuar Erde, Arief Tampubolon dan lainnya.
Dalam pertemuan itu, juga disepakti lahirnya wadah baru yaitu Generasi Penerus Angkatan 66. Azhari AM Sinik secara aklamasi terpilih menjadi pimpinan Generasi Penerus Angkatan 66.
"Dengan terbentuknya wadah ini dengan sendirinya wadah wadah lain Angkatan 66 telah melebur menjadi satu, yaitu Generasi Penerus Angkatan 66 disingkat (GPA 66)," kata Azhari Sinik, Kamis 28 September 2023.
Ini kata Azhari, merupakan kesepakatan para pelaku sejarah Angkatan 66 dan generasi muda dari anak anak para pelaku yang sudah tiada.
"GPA 66 ini akan bergerak untuk membangun keadilan sosial dalam kehidupan bernegara, mengawal jalannya pemerintahan, mengawasi dugaan penyelewengan terhadap Pancasila, dan UUD 1945," tutur Azhari.
Dan satu hal lagi yang akan tetap dijaga oleh para pengurus dan anggota di wadah GPA 66, kanjut Azhari, adalah persatuan dan kesatuan nasional.
"Satu hal lagi, kami tetap jaga kesatuan dan persatuan Indonesia. NKRI sebagai harga mati, dan tetap di baris terdepan membela bangsa dan negara dari ancaman ancaman khususnya komunis gaya baru. Termasuk kami akan konsisten mengawasi dan mengawal kinerja pemerintah untuk kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Membangkitkan kembali semangat 66 dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara ini sangat perlu. Apalagi dalam beberapa dekade belakangan ini Angkatan 66 vakum dan perlu pimpinan.
"Angkatan 66 perlu pimpinan. Kita memiliki generasi muda. Walau kami sudah tua, pisik kami lemah namun semangat tetap kuat. Kami melihat kondisi saat ini pemerintah kurang peduli sama rakyat, jadi kami minta generasi muda ikut membangkitkan semangat untuk memberantas dan mengantisipasi adanya dugaan gerakan gerakan yang merongrong kewibawaan dasar negara pancasila. Kita juga protes atas adanya kebijakan pemerintah yang memutarbalikkan fakta sejarah terhadap gerakan komunis yang dinyatakan sebagai korban. Padahal PKI sudah beberapa kali khianati bangsa ini," kata Dr. Surawana Sudian, pelaku sejarah, Tokoh Angkatan 66, dan pengurus Laskar Ade Irma Suryani.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Sekjend DPD RI Naik Pangkat, Pengamat: Bukti Nyata Dedikasi dan Bakti Komjen M Iqbal untuk NKRI
Karutan Agung: Bela Negara Pilar Utama Cerdaskan Persatuan Nasional
RPN Imbau Kaum Nasionalis Terlibat Gerakan Persatuan Nasional
Rektor UIN: Pesan Kabareskrim Soal Jaga Persatuan Hal yang Penting
HUT RI ke-77, Satgas Yonif 126/KC Kibarkan Bensera Merah Putih di Rumah Warga Perbatasan Papua
Penghujung Ramadhan, DPW Persatuan Batak Islam Safari Dakwah ke Datuk Tanah Datar
Komentar