Menelisik Misi Ke Bangsaan AHY Melalui "Let's Break Zero Sum Game"

Redaksi - Rabu, 23 November 2022 08:55 WIB
Menelisik Misi Ke Bangsaan AHY Melalui "Let's Break Zero Sum Game"
Poto: Istimewa
AHY
Sedangkan oposisi hanya berbicara tentang bagaimana merebut dan menjatuhkan kekuasan. Tentunya ini bukanlah politik yang diamanahkan oleh Pembukaan UUD 1945 aline ke-empat.

Gagasan politik yang disampaikan oleh Prof. Mahfud adalah memuliakan yang menang sebagai pahlawan dan merendahkan yang kalah dengan tuduhan tidak siap dengan kekalahan atau memberikan tuduhan "jahat" kepada yang kalah. Dan Executive Development International Leadership Association (ILA) sangat menentang konsep politik tersebut, harus ditinggalkan karena menjadi penyebab lahirnya polarisasi berkelanjutan dalam politik, korupsi, kemiskinan (Aldo Boitano De Moras, Raúl Lagomarsino Dutra, Erick Schockman "Breaking Zero Sum Game: Transforming Societies Through Inclusive Leadership" 2017).

Karakteristik kepemimpinan politik "zero sum game" yang dimaksud umumnya;Egois Pada acara Roundtable Discussion bertajuk "Geopolitik dan Keamanan Internasional, Ekonomi Global dan Perubahan Iklim", yang digelar The Yudhoyono Institute, di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Kamis (13/10/2022) AHY menyerukan agar pemimpin bersatu menurunkan ego masing - masing dengan berkata;"Mari kita duduk bersama, kita menghindari ego masing-masing. Ini juga seruan tentunya kepada semua negara yang memiliki perilaku yang agresif dalam menyelesaikan konflik atau perseturuan geopolitik,".

Apa yang disampaikan oleh AHY sangat tepat, dan mengajak menghancurkan cara pandang "zero sum game", bahkan hal itu sejalan dengan dorongan International Leadership Association (ILA). Minimnya Keterlibatan Publik (Social Society) Pada hari kamis (13/10/2022) di Jakarta AHY juga melontarkan kritisi cerdas atas penyelenggaraan G20 di Bali yang dianggap hanya "GIMIK" dengan mengatakan; "Iya memang secara formal kita akan susun, yang jelas esensinya adalah kita ingin menjadi bagian, turut ambil peran bahwa urusan hubungan internasional bukan hanya milik antarpemerintah antarnegara, tapi juga civil society semacam TYI dan Universiti Kebangsaan Malaysia,"

BACA JUGA:
Demokrat Unggul Segmen Core Pemilu, Potensi Akseptabilitas AHY Cukup Untuk Menang Pilpres
Lebih lanjut AHY mengatakan... "Ada rekomendasi yang sifatnya bagaimana kalau nanti dalam pertemuan G20 bisa dilakukan pertemuan bilateral tapi yang meaningful, bukan gimik, benar-benar menjadi bagian dari semangat untuk mencari solusi bersama. Kalau hanya gimik politik, apalagi itu hanya sekadarnya itu menurut saya tidak akan terlalu berarti."

"Tetapi kalau benar-benar jadi pertemuan, bukan hanya di antara negara-negara G20, tetapi ada di pojok-pojok pertemuan pertemuan bilateral antarpemimpin yang lebih konkret, untuk sekali lagi menemukan solusi untuk yang lebih baik untuk semua," lanjut dia.

Bahwa partisipasi warga negara adalah salah satu model yang paling banyak dirujuk dan berpengaruh di bidang partisipasi publik yang demokratis. Bagi para pemimpin lokal, penyelenggara, dan fasilitator yang ingin memahami teori-teori dasar keterlibatan dan partisipasi publik, dan cara lembaga dan pejabat publik yang diberdayakan menolak kekuasaan warga negara.

Arnstein dalam teorinya membuat delapan anak tangga partisipasi masyarakat yaitu; 1). Manipulasi (pemerintah dapat mengatakan semua demi rakyat, untuk kebaikan rakyat, namun tidak melibatkan rakyat pemilik kepentingan yang dimaksud. 2). Terapi, 3). Menginformasikan, 4).Konsultasi, 5).Penempatan, 6). Kemitraan, 7). Kekuasaan yang Didelegasikan, 8). Kontrol Warga.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru