Negara Hadir Untuk Rakyat, Bukan Rakyat Untuk Negara, SMI: Kehidupan Rakyat Semakin Tercekik
Redaksi - Sabtu, 30 Agustus 2025 20:27 WIB
Poto: Istimewa
Perlawanan rakyat terhadap negara.
Kendaraan taktis (rantis) Polri melindas seorang pengemudi ojek online hingga meninggal dunia, menjadi tragedi yang memilukan adalah puncak bukti bahwa negara telah kehilangan empati, dan menganggap rakyat sendiri sebagai musuh yang harus dimusnahkan.
SMI melihat ini bukan hanya soal pelanggaran HAM, tetapi juga tanda bahaya dari runtuhnya demokrasi: ketika politik dijaga dengan senjata, bukan dengan legitimasi rakyat, negara tidak lagi menjadi rumah bersama, melainkan panggung yang dikuasai segelintir penguasa.
Atas dasar kenyataan tersebut, kata Kristian, SMI menyatakan;
1. Mengutuk keras praktik kekerasan aparat terhadap demonstrasi rakyat, khususnya tragedi rantis Polri yang menewaskan pengemudi ojek online, sebagai pelanggaran HAM dan kejahatan kemanusiaan.
2. Menuntut Presiden Republik Indonesia bertanggung jawab atas kekerasan aparat, menindak tegas pelaku di lapangan maupun komando di atasnya, serta memberikan kompensasi dan pemulihan yang layak kepada keluarga korban.
3. Mendesak Komnas HAM, Kompolnas, dan Ombudsman RI melakukan investigasi independen, transparan dan mengumumkan hasil penyelidikan kepada publik.
4. Menuntut DPR RI segera menghentikan dan membatalkan berbagai kebijakan terkait fasilitas mewah bagi Anggota DPR dan Pejabat Negara.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Tokoh Sumut Dukung Pemekaran Daerah Sejalan Dengan Program Kodam Untuk Pertahanan Negara
Puluhan Guru Muda Gelar Sekolah Rakyat Untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana di Aceh
7 Perusahaan Penyebab Bencana Sumut: Negara Harus Bertindak dan Menghukum Para Pelanggar
Harga Token Listrik PLN Sengat Ekonomi Rakyat Hingga 35 Persen
PICTA Dorong Reformasi Polri Kembalikan Kepercayaan Rakyat ke Negara
Rugikan Negara Puluhan Miliar, Kejati Sumut Tahan Mantan Direktur Teknik Pelindo I dan Direktur Dok Perkapalan Surabaya
Komentar