PB IMABARA: Carut Marut e-Warong di Batubara Semakin Parah

- Jumat, 22 Oktober 2021 08:21 WIB
PB IMABARA: Carut Marut e-Warong di Batubara Semakin Parah
Istimewa
PB IMABARA
drberita.id | Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Batubara (PB IMABARA) Rizky Zein kembali mempertanyakan carut marut yang terjadi pada e-Warong yang belum kunjung selesai dan semakin parah.

Rizky Zein mengatakan dari sekian lamanya permasalahan belum ada perkembangan penyelesaian. Bahkan sejak IMABARA mengusut di berbagai pihak terkait seperti Bank Mandiri, Dinas Sosial, dan penegak hukum masih saja stagnan.
"Permasalahan di program sembako ini itu itu saja. Masih terdapatnya saldo KPM yang nol terlebih lagi setelah diberlakukannya 3 bulan sekaligus pada bulan Juli, namun ada juga yang mendapat 7 bulan atau 5 bulan. Di bulan Oktober ini kami temukan lagi di lapangan masih ada yang mendapati 7 bulan dan ada juga 5, atau berkisar 7 goni beras dan 5 goni beras," ungkap Rizky dalam keterangan tertulis, Jumat 22 Oktober 2021.
BACA JUGA:
BW: Gugatan KSP Moeldoko Tidak Punya Legal Standing
Pertanyaan, kata Rizky, kenapa bisa saldo itu kadang ada dan kadang enggak. "Parkir di mana dana tersebut? dan terkadang bisa double sampai 7 bulan karena tidak tersalurkan saldonya ke KPM," katanya.
Masih Rizky, pada penyaluran bulan Oktober ini masih ada didapati saldo nol di setiap KPM. Itu bisa dilihat dari banyaknya bahan pasok pangan di masing-masing e-Warong yang kian menumpuk. Belum lagi soal kualitas pasok sembako. Ditambah lagi adanya dugaan intervensi kepada pemasok yang akan menjadi suplier ke setiap agen e-Warong menambah persoalan.

"Ini jelas tidak sesuai dengan pedum dan juga Permensos No. 20 tahun 2019 Pasal 49-51. Dalam Permensos tidak ada satupun menyebutkan bahwa tim koordinasi Kabupaten kota termasuk bank penyalur bertugas mempersiapkan pemasok bagi e-Warong," tegasnya.
BACA JUGA:
Demokrat: Pengacara Penggugat Tidak Bisa Bantah Moeldoko Bagi Uang dan Ponsel
Persoalan ini menjadi tantangan baru bagi Kadis Sosial Batubara untuk bisa secepatnya menyelesaikan masalah sembako ini.
"Jika dalam waktu dekat tidak ada keseriusan dari Dinas Sosial, DPRD, dan Kejari Batubara dalam menangani permasalahan ini. Maka kami PB IMABARA bersama masyarakat yang terdampak permasalahan saldo nol ini akan menggelar aksi untuk mengusut permasalahan e-Warong," sambung Kabid PB IMABARA Abiyuda Firzatullah.

PB IMABARA juga berencana menyurati Kemensos dan Komisi VIII DPR RI agarpersoalan e-Warong ditindaklanjuti.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru