Pencopotan Dirut PDAM Tirtanadi Sinyalemen "Keretakan" Gubsu dan Wagubsu

- Selasa, 30 Juni 2020 18:11 WIB
Pencopotan Dirut PDAM Tirtanadi Sinyalemen "Keretakan" Gubsu dan Wagubsu
Istimewa
Trisno Sumantri, Edy Rahmayadi, Musa Rajekshah.

drberita.id | Koordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Gandi Parapat menilai pencopotan Dirut PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri sudah sangat tepat jika tidak ada kepentingan lain.

"Pencopotannya (Trisno Sumantri) karena kinerjanya buruk kita sangat mendukung, tetapi kalau adanya kepentingan di balik itu semua, ya inilah yang sangat kita sesalkan, kalau itu benar," ucap Gandi Parapat melalui telepon, Selasa 30 Juni 2020.

Artinya, kata Gandi, jika pencopotan Dirut PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri menjadi langkah kebaikan bagi manejeman perusahaan itu akan bisa diterima oleh semua pihak. Karena kondisi yang terjadi saat ini sangat banyak masyarakat yang mengeluhkan masalah air.

Baca Juga: Trisno Sumantri Punya Rapor Merah di PDAM Tirtanadi

"Ini mungkin bisa jadi sinyalemen "keretakan" antara Gubsu dan Wagubsu. Yang kita tahu Trisno Sumantri itu duduk sebagai dirut karena adanya dukungan dari Wagubsu Musa Rijekshah. Harapan kita juga pencopotan itu atas dasar peraturan dan perundang-udangan," kata Gandi.

Gandi tidak memungkiri sejak Trisno Sumantri memimpin PDAM Tirtanadi, bamyak keluhan warga masalah air yang tidak direspon dengan cepat oleh manejemen perusahaan BUMD Sumut tersebut. Sebagai warga Kecamatan Medan Denai, dirinya juga merasakan buruknya pelayanan PDAM Tirtanadi belakangan ini.

"Saya warga Medan Denai, saya juga merasakan hal itu. Ini masalah air menjadi yang utama. Mungkin banyak yang merasakan hal yang sama seperti saya, keluhan pelayanan PDAM Tirtanadi yang sangat buruk akhir-akhir ini," sebutnya.

Mantan Komisaris PT Dhirga Surya (BUMD Sumut) Sahat Simatupang juga menilai pencopotan Trisno Sumantri dari Dirut PDAM Tirtanadi sebagai hal yang biasa.

"Pencopotan dan pengangkatan direksi dan komisaris BUMD merupakan hak pemegang saham mayoritas. Apalagi PDAM Tirtanadi sebagai perusahaan BUMD sahamnya dimiliki Pemprov Sumut. Semua keputusan ditangan gubernur," kata Sahat.

Baca Juga: Edy Rahmayadi Harus Segera Jelaskan Kekacauan PPDB Siswa SMA di Sumut

Namun Sahat menyayangkan jika pencopotan Trisno Sumantri itu tidak karna penilaian objektif. "Dasar penilaian seseorang adalah key performance index. Sebagai perusahaan profit pelayanan air minum pasca bayar, basic line bisnis PDAM harus jelas." ujar Sahat.

Pencopotan Trisno Sumantri oleh Edy Rahmayadi, sambung Sahat, memang agak mengejutkan karena penunjukan Trisno sebagai Dirut PDAM kemungkinan tak terlepas dari peran Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

"Saya kira benar. Trisno Sumantri kan orang dekat wagub. Saya pernah bertemu sekali dengan dia saat acara dialog bersama Saut Situmorang dan Basaria Panjaitan KPK di Binagraha Sumut 2017 lalu. Saat itu Ijeck belum wagub. Ijeck membawa serta Trisno Sumantri hadir di acara itu," ujar Sahat.


(art/drb)

SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru