Pengurus Demokrat Kunjungi Bayi 2 Hari Korban Dugaan Malpraktek Program Stunting Pemerintah

Partai Demokrat Akan Kawal Kasus Sampai Selesai
Artam - Minggu, 19 Maret 2023 11:53 WIB
Pengurus Demokrat Kunjungi Bayi 2 Hari Korban Dugaan Malpraktek Program Stunting Pemerintah
Poto: Istimewa
Pengurus DPD Partai Demokrat Sumut bersama kedua orang tua bayi korban dugaan malpraktek program stunting pemerintah.

drberita.id -Pengurus DPD Partai Demokrat Sumut mengunjungi bayi 2 hari yang menjadi korban dugaan malpraktek program stunting pemerintah di Rumah Sakit Umum Mitra Medika, Minggu 19 Maret 2023 pagi.

Partai Demokrat akan mengawal kasus dugana malpraktek tersebut sampai selesai.

"Iya, tadi pagi ada kawan kawan dari pengurus Demokrat Sumut yang datang ke rumah sakit," ucap ayah bayi, Ibnu Hutabarat.

"Terima kasih buat kawan kawan yang datang. Iya, mereka memberikan support pada keluarga kami, dan mereka akan ikut mengawal kasus ini sampai selesai," sambung Talent Partai Demokrat Sumut ini.

Ditanya siapa saja yang datang, apakah ketua, sekretaris, dan bendahara ada ikut datang ke rumah sakit? Ibnu mengatakan tidak.

"Tidak ada petinggi partai yang datang, hanya ada pak Tony Candra Wakil Bendahara, kak Tita Ali, kak Anita anggota badan, dan pak Rudy anggota satgas. Alhamdulillah, mereka masih peduli dengan saya dan keluarga mau datang," beber Ibnu.

Diberitakan sebelumnya, akibat mengikuti program stunting pemerintah, seorang bayi berusia dua hari di Kota Medan, menjadi korban dugaan malpraktek. Kasus inipun sudah dilaporkan ayah bayi ke Polda Sumatera Utara.

Sementara, ibu bayi, Asriyani Syahfitri pun kini kondisinya juga sakit di bagian perut setelah melahirkan operasi, pada Rabu 8 Maret 2023 sekira pukul 16.20 WIB.

Didampingi pengacara Siti Junaida Hasibuan SH, MKn, Ibnu melapor ke Polda Sumut dengan bukti laporan nomor: STTLP/B/319/III/2023/SPKT/Polda Sumut, tertanggal 14 Maret 2023.

Siti Junaida Hasibuan SH, MKn, kuasa hukum Ibnu Hutabarat mengatakan, kasus yang menimpa bayi kliennya ini harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya pemerintah, karena program stunting yang ditawarkan pihak rumah sakit umum Mitra Medika Medan telah mengakibatkan bayi kliennya menderita.

"Saya minta Polda Sumut kerja cepat menindaklanjuti laporan klien saya, agar pemerintah pusat dan daerah segera mengetahui adanya kasus dugaan malpraktek akibat program stunting pemerintah ini," kata Siti.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru