Relawan Jokowi Tolak Ibu Kota Nusantara

- Rabu, 19 Januari 2022 09:21 WIB
Relawan Jokowi Tolak Ibu Kota Nusantara
Poto: Istimewa
Rinno Adinata
drberita.id | Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) sangat terkesan dipaksakan dan tanpa memperdulikan suara rakyat. Situasi inilah yang bisa memicu, karena luput dari perhatian Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Koordinator Relawan Pemenangan Rakyat Se-Indonesia (Peraksi) Jokowi-Ma'ruf Amin, Rinno Hadinata menegaskan secara kelembagaan mereka menolak rencana pemindahan ibu kota negara.
"Untung ruginya dimana, ini harus diperhutungkan dan dijelaskan ke rakyat Indonesia, jangan hanya semau pemodal merubah tatanan negara kita ini" tegas Rinno Hadinata dalam keterangan tertulis, Rabu 19 Januari 2021.
BACA JUGA:
Erick Thohir Bicara soal Grand Design Indonesia Emas di USU
Rinno yang juga Direktur Rumah Inspirasi Indonesia menolak keras rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan yang sejauh ini belum diterima sepenuhnya oleh seluruh rakyat Indonesia. Gonjang ganjing penolakan ibu kota negara ini masih deras mengalir, dan belum bisa diterima sepenuhnya.

"Presiden Jokowi jangan lupa dengan hak dan kewajibannya sebagai pemegang mandat chip republik ini, dia harus mau dan wajib mendengarkan suara rakyat. Ingat, negara ada karena ada rakyatnya," tegas Rinno.

Tidak hanya itu, kata Rinno, Presiden Jokowi harus juga ingat bahwa dia tidak selamanya pemegang chip republik ini, ada periode yang harus ia jalani. Jangan sampai rencana pemindahan ibu kota ini menjadi rekam jejak buruk yang tak terhilangkan nantinya.

"Jangan karena nafsu pemodal dan para penjilatnya, Presiden Jokowi jadi korban kemarahan rakyat. Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya, dan itu harus diingat oleh Presiden Jokowi. Jika rakyat sudah sepakat dengan rencana pemindahan ibu kota tersebut, tidak persoalan ibu kota dengan nusantara dilakukan," katanya.
BACA JUGA:
Kabar Reshuffle Kabinet 8 Desember: PP HIMMAH Minta Presiden Ganti Erick dan Luhut
Rinno tidak menampik akan ada gejolak pada rakyat yang terjadi jika pemidahan ibu kota negara dipaksakan dan terus dilaksanakan.
"Sangat sensitif ini bisa terjadi, sebagai relawan Jokowi-Ma'ruf Amin saya sangat perlu mengingatkan ini. Jangan sampai NKRI ini hilang dari bumi pertiwi ini," tandas Rinno.

"Perlu diingat, Batavia atau Jakarta memiliki nilai sejarah dan nilai penting berdirinya Ibu kota negara sebagai pusat pemerintahan Indonesia yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Negara ini lahir dari tetesan darah dan nyawa para Pejuang Kemerdekaan RI 1945 yang harus menjadi landasan pemikiran para pemangku pengambilan keputusan di negara ini. Jangan sampai generasi penerus bangsa ini dibuat rumit oleh para pemimpin negeri ini yang salah urus dalam membuat kebijakan strategis nasional dan arah haluan negara," tutup pria berdarah Jawa Ternate ini.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru