Relawan Prabowo - Gibran Kecam Rencana Donald Trump Relokasi Warga Gaza ke Indonesia
Redaksi - Selasa, 21 Januari 2025 20:54 WIB
Poto: Istimewa
Donald J Trump
drberita.id -Aktivis 98 Ikhyar Velayati mengecam rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin merelokasi Warga Gaza ke berbagai negara, termasuk ke Indonesia.
"Justru warga Israel yang seharusnya direlokasi ke negara asalnya dahulu, bukan penduduk Palestina yang telah menempati wilayah tersebut selama ribuan tahun," ungkap Ikhyar Velayati dalam keterangan tertulis, Selasa 21 Januari 2025.
"Yang harus direlokasi itu warga Israel, bukan warga Palestina," sambungnya.
Menurut Ikhyar, semua orang tahu tanah Palestina selama ribuan tahun ditempati oleh Warga Arab Palestina.
"Kemudian di era tahun 1930-1940 an datang imigran Yahudi dari seluruh penjuru eropa, yang sekarang mereka menduduki tanah Palestina secara ilegal dan mengusir penduduk sah negeri itu hingga saat ini," ungkap Ikhyar.
Relawan Prabowo - Gubran ini menilai usulan relokasi Warga Palestina ke berbagai negara, termasuk Indonesia merupakan pelanggaran HAM besar, dan menjadi strategi AS dan Israel untuk memperluas wilayah.
" Usulan pejabat Tim Transisi Presiden Donald Trump ini merupakan pelanggaran HAM besar, ini merupakan strategi Amerika beserta sekutunya Israel untuk mencaplok wilayah Gaza dan memperluas wilayah Israel secara tidak sah, dan Presiden Prabowo pasti menentang usulan Tim Transisi Trump tersebut, karena bertentangan dengan konstitusi dan UUD 1945," tutur Ikhyar.
Presiden AS terpilih Donald J Trump berencana merelokasi sejumlah orang dari 2 juta warga Palestina di Jalur Gaza ke Indonesia.
Rencana itu disampaikan salah seorang dari Tim Transisi Trump saat wawancara dengan NBC News.
"Pertanyaan mengenai bagaimana membangun kembali Gaza masih menjadi pertanyaan, serta dimana sekitar 2 juta warga Palestina dapat direlokasi untuk sementara waktu. Indonesia, misalnya, merupakan salah satu negara yang sedang didiskusikan untuk mengetahui lokasi tujuan dari negara-negara tersebut," kata pejabat transisi tersebut dalam laporan NBC News.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
FABEM Dukung Tes Urine Anggota Polri di Seluruh Indonesia, Harus Ada Sanksi Tegas
YRKI Minta Prabowo Buktikan Janji Asta Cita Indonesia Sehat: Pembangunan RSUD Tipe A Harus Terwujud
Penulis Yonge Sihombing Luncurkan Buku Prabowonomics Versi Indonesia dan Inggris
Utang Indonesia Capai Rp. 9.138 Triliun per Juni 2025
MengEMASkan Indonesia
Emas Hadir Kembali, Semua Masyarakat bisa Punya Emas
Komentar