Sekjen Kemensos: Bansos menjadi penyambung nyawa masyarakat di masa pandemi

Artam - Kamis, 25 Juni 2020 22:34 WIB
Sekjen Kemensos: Bansos menjadi penyambung nyawa masyarakat di masa pandemi
Istimewa
Sekjen Kemensos Hartono Laras.

drberita.id | Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras megatakan pihaknya menjadi garda terdepan untuk memberikan pelayanan dan membantua masyarakat Indonesia di masa pandemi Covid-19.

"Masyarakat harus tersenyum di tengah pandemi Covid-19 ini. Bansos juga sebagai sarana berkomunikasi langsung dengan masyarakat kita. Dengan bansos, hubungan sosial yang harus menerapkan protokol kesehatan dan PSBB, tetap bisa merekatkan komunitas masyarakat," kata Hartono Laras di Jakarta, Kamis 25 Juni 2020.

Baca Juga:
KPK dan Kejati Sumut Bangun Sinergitas Penyelamatan Aset Negara dari Pihak Swasta


Hartono Laras menjelaskan, ada kewajiban memakai masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer, mengikuti PSBB, masyarakat tidak boleh kian terasing dalam hubungan bermasyarakat.

"Walaupun ada social distancing dan physical distancing, tidak membuat kita menjadi renggang dalam hubungan sosial. Ya, kita harus bikin rakyat tersenyum di tengah pandemi ini," ujarnya.



Dia memastikan agar masyarakat yang membutuhkan benar-benar memperolehnya bansos. Sebab uangnya adalah anggaran Negara, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, pengawasan dan juga kebersamaan semua pihak sangat dibutuhkan.

[br]

"Bansos menjadi penyambung nyawa masyarakat di masa pandemi ini. Bukan hanya berupa bantuan untuk membantu, bansos juga untuk memutar kembali roda ekonomi masyarakat. Dan memberdayakan masyarakat untuk beraktivitas, bekerja agar memiliki penghasilan yang mencukupi," terang Hartono Laras.

Dengan bansos, tidak sedikit anggota masyarakat yang harus bekerja dan dipekerjakan, dan memperoleh tambahan penghasilan. Misalnya, pengadaan sembako, itu memutar roda ekonomi rakyat. Pembuatannya dan pendistribusiannya menggerakkan roda ekonomi rakyat.

Baca Juga:
4 Alasan Partai Demokrak Tolak RUU HIP


Khusus pendistribusian bansos di masa Covid-19 ini, Kemensoso membidik sebanyak 9 juta jiwa yang terdampak untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) di seluruh Indonesia, di luar penerima bansos sembako 1,9 juta keluarga untuk Jabodetabek.

"Kini, sudah berjalan 3 bulan distribusi bansos sembako. Sebulan ada dua kali. Kita sudah memasuki tahap 5 sekarang. Di bulan ketiga sekarang. Paling lambat di minggu pertama bulan besok, mesti sudah terdistribusikan," terangnya.



Untuk bansos tunai, dari 9 juta penduduk yang dibidik, sudah mencapai 90 persen lebih pendistribusian tahap II . Selanjutnya sekarang segera masuk ke tahap 3.

[br]

Pemberian bansos, kata Hartono Laras, memberikan multiplier effect dampak positif yang diharapkan tetap membuat masyarakat tersenyum, dan memiliki harapan hidup untuk melewati pandemi Covid-19 dan menghadapi era new normal.

Baca Juga:
Bupatinya jadi Tersangka, Masyarakat Labura Ucapkan Terima Kasih ke Kapolda Sumut


"Tidak sekedar mendistribusikan atau membagikan bantuan, tetapi membangkitkan gotong-royong dan merekatkan berbagai komunitas masyarakat kita. Dari berbagai elemen, dari berbagai komunitas, serta berbagai lapisan masyarakat kita," tandasnya. (art/drb)

SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru