Sekolah Demokrasi PBHMI di Semarang Hadirkan Dewas BPJS Ketenagakerjaan

- Minggu, 23 Januari 2022 22:33 WIB
Sekolah Demokrasi PBHMI di Semarang Hadirkan Dewas BPJS Ketenagakerjaan
Poto: Istimewa
Yayat Syariful Hidayat
drberita.id | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PBHMI) menghadirkan Yayat Syariful Hidayat salah satu anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dalam kegiatan Sekolah Demokrasi Politik di kota Semarang, Jumat 21 Januari 2022 malam.

Yayat yang hadir mengisi materi tentang bagaimana perjuangan politik untuk kesejahteraan pekerja. Dalam setiap gerakan, Yayat menekankan pentingnya idiologi sebagai sebuah keyakinan untuk melakukan gerakan, termasuk gerakan politik buruh dalam konteks politik kekuasaan.
"Begitupun dengan orientasi gerakan yang harus terus mengikuti dinamika perubahan zaman, generasi yang terus tumbuh dan membuat perbedaan perbedaan, bahkan relasi pekerja dan pengusaha yang kemungkinan ke depan akan terus mengalami redefinisi," kata Yayat.
BACA JUGA:
Relawan Jokowi Tolak Ahok: Ridwan Kamil dan Emil Dardak Lebih Pantas Pimpin IKN
Dalam kesempatan itu, Yayat mengajak para aktifis mahasiswa untuk terus mengasah dan mengimplementasikan kepekaan sosial dalam gerakan buruh pekerja.

"Saya selalu yakin, teman teman aktifis, yang diajari para senior untuk peka terhadap lingkungan sosial dapat menjadi energi baru dengan kemampuan akrobatiknya sebagai generasi millenial dalam gerakan buruh gerakan para pekerja sebagai bagian dari keberpihakan kita pada masyarakat khususnya para pekerja," jelasnya.

Serikat Buruh Serikat Pekerja (SBSP) pasca reformasi semakin terfragmentasi dengan banyaknya organisasi SBSP. Alih alih berlindung dalam diktum kebebasan berserikat dan berkumpul, namun disadari atau tidak dapat menyebabkan melemahnya daya dorong gerakan dan bergaining para buruh dan pekerja.

Ini pula yang menjadi salah satu concern, pekerjaan rumah organisasi serikat buruh serikat pekerja untuk terus melakukan pembenahan dan perubahan dalam rangka perjuangan untuk kesejahteraan para pekerja Indonesia lebih baik dan efektif.
BACA JUGA:
Aktivis 98 Minta Jokowi Batalkan Akuisisi Street Scooter Jerman
"Menjadi bagian dari perjuangan kaum buruh bukan soal eksistensinya tetapi lebih pada bagaimana kebermanfaatan untuk orang orang sekitar menjadi nyata," pungkasnya.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru