Standarisasi Aplikasi Untuk Akurasi Satu Data Indonesia Sangat Penting

Sistem Aplikasi Harus Memiliki Standar Sama
Redaksi - Rabu, 04 Oktober 2023 23:48 WIB
Standarisasi Aplikasi Untuk Akurasi Satu Data Indonesia Sangat Penting
Poto: Istimewa
Ilyas Sitorus, Hasnirizal Lubis, Sinta Nur Haryanti.
drberita.id -Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara Ilyas Sitorus mengatakan bahwa standarisasi aplikasi layanan pemerintah untuk akurasi satu data Indonesia sangat penting.

"Standarisasi ini akan mempermudah pengintegrasian aplikasi aplikasi layanan pemerintah untuk memaksimalkan dan akurasi pada Satu Data Indonesia," ujar Ilyas Sitorus saat menghadiri acara Bimbingan Teknis Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) di Grand Mercure Hotel, Jalan Sutomo 1 Medan, Selasa 3 Oktober 2023.

Selama ini, kata Ilyas, masalah standarisasi menjadi salah satu penghalang penggabungan aplikasi aplikasi pemerintah, sehingga perlu memastikan sistem aplikasi memiliki standar yang sama.

"Misalnya, berkomunikasi dengan protokol, perlu bahasa yang sama, karena ketika berbeda akan sulit diintegrasikan, atau aplikasi aplikasi yang ada bisa berkomunikasi, berinteraksi, bertukar data dengan cepat," katanya.

Melalui sosialisasi dan Bimtek SPLP untuk Sumut dan Aceh yang diadakan Kementerian Kominfo, Ilyas berharap, permasalahan bisa diselesaikan, dan pemerintah kabupaten kota memiliki standar yang sama untuk aplikasi layanan masyarakat, terutama yang berhubungan dengan Satu Data Indonesia.

"Kegiatan ini kita harapkan dapat menyelesaikannya, kita menggunakan standar yang sama, berkomunikasi dengan protokol yang sama," kata Ilyas Sitorus, yang merupakan Sekretaris Wali Data Indonesia Sumut.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Hasmirizal Lubis menjelaskan bahwa tantangan membangun super aplikasi seperti Satu Data Indonesia, salah satunya adalah perbedaan kemampuan setiap pemda.

Menurut Hasmirizal, beberapa daerah membuat aplikasi cukup mudah, tetapi belum tentu untuk daerah lain seperti kabupaten atau kota yang cukup besar membuat aplikasi.
"Bagi daerah lain, ini tantangan yang harus diselesaikan, belum lagi kalau bicara super APP (Aplikasi Super) harus bisa diadopsi semua pihak, bisa berkomunikasi dengan yang lain, kita harus selesaikan ini segera," katanya.

Ketua Tim Interoperabilitas Big Data dan Kecerdasan Buatan, Sinta Nur Haryanti mengatakan, permasalahan yang sering terjadi juga dikodefikasi, kode induk, atau bahasa yang digunakan.

Sinta memberikan contoh penggunaan perempuan/laki laki dan wanita/pria yang bisa membuat aplikasi sulit diintegrasikan.

"Itu baru jenis kelamin, belum lagi kalau kita bahas aplikasi anggaran yang jenisnya banyak banget, dan programernya kode, bahasa yang belum tentu sama, karena itu kita harus punya standarisasi agar interoperabilitas," katanya.

Sosialisasi dan bimtek Satu Data Indonesia ini berlangsung selama dua hari, di isi oleh empat pemateri antara lain Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan Bappenas Erwin Dimas dan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kemendagri Erikson Manihuruk.

Dari Kementerian Kominfo antara lain Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Bambang Dwi Anggono dan Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika Aries Kusdaryono.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru