Syaiful Syafri: Buku "Aku Bukan Politikus" Sangat Baik Untuk Dibaca
Poto: Istimewa
Buku "Aku Bukan Politikus" Ratna Sarumpaet.
drberita.id | Buku yang mengandung unsur pendidikan dengan judul "Aku Bukan Politikus" sebuah Autobiografi, Ratna Sarumpaet sukses pertama kali diluncurkan di Museum Binyamin Sueb, pada 24 Maret 2022.
Peluncuran buku autobiografinya dirangkaikan dengan penampilan monolog berjudul "Marsinah Menggugat" oleh artis nasional, Atiqah Hasiholan, yang juga putri bungsu Ratna Sarumpaet.
Buku ini berceritra tentang pendidikan seorang anak, keluarga, seniman dan Hak Azazi Manusia (HAM) sehingga mengantarkannya menjadi pembicara karya seni dan hak azasi manusia di tingkat nasional dan internasional.
Pada masanya, Ratna Sarumpaet merupakan seniman ternama Indonesia dan pejuang hak azazi manusia, dan bukunya berupa autobiografi kembali akan diluncurkan pada hari Minggu 17 April 2022 Pukul 16.00 Wib di Caffee Kembar, Jalan Sakti Lubis, Medan, Sumatera Utara.
BACA JUGA:
Mahasiswa Minta OKP dan Ormas Ikut Demo Jokowi dan Luhut
Di acara peluncuran buku ini, Drs. Syaiful Syafri, MM, Tokoh Pendidikan asal Sumatera Utara akan memberikan testimoni isi buku yang mengandung ceritra sejarah hukum masa pemerintahan orde lama, orde baru, dan reformasi.
Karenanya, kata Syaiful Syafri, yang juga mantan Pj. Bupati Batubara 2008 menegaskan bahwa buku autobiografi Ratna Sarumpaet sangat baik untuk dibaca para pelajar, mahasiswa, insan pers, seniman, dan aparatur pemerintah serta politikus, termasuk para pengurus organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Aksi Kamisan: Payung Hitam Simbol Nasib HAM, Supremasi Sipil, dan Agraria di Posbloc Medan
Jangan Salah! Ini Perbedaan Trading Saham dan Trading Forex, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?
OKX Luncurkan Unified Tokenized Stocks, Kini Beli Saham Apple hingga NVIDIA Bisa Pakai USDT
Muhammad Nuh Hadirkan Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis di Kabupaten Dairi
Pemkab Deliserdang Sampaikan Persoalan Aset Daerah di Lahan HGU PTPN Kepada Kementerian HAM
Mochamad Jeffry: Kejaksaan Agung Yang Langsung Tangkap dan Geledah Kantor BGN
Komentar