Wakil Ketua DPRD Medan Minta Dinas Peternakan Sumut Gerak Cepat Antisipasi Wabah PMK
Poto: Istimewa
Kantor DPRD Medan
drberita.id | Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga meminta Dinas Pertanian dan Peternakan Sumut gerak cepat mengantisipasi mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi.
"Khusus kepada Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Medan, kita juga mendorong untuk memperketat masuknya daging sapi terkena wabah PMK ke Medan," kata Ihwan Ritonga di Medan, Senin 23 Mei 2022.
Diketahui, sebanyak 389 hewan ternak sapi di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pekan lalu. Wabah ini menyerang peternakan sapi di lima kecamatan di Kabupaten Deliserdang.
Dua di antaranya Kecamatan Percut Seituan dan Tanjungmorawa. Dua kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kota Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara. Terlebih menjelang pemotongan hewan kurban pada perayaan Idul Adha.
BACA JUGA:
Kuasa Hukum Korban Minta Sidang Pengeroyok Wartawan di Madina Tidak Daring
"Menjelang Idul Adha tahun ini, kebutuhan hewan kurban untuk Kota Medan kebanyakan dipasok dari Deliserdang dan sebagian daerah lainnya. Tentunya ini sangat riskan sapi PMK masuk Medan. Jadi perlu diperketat pengawas," katanya.
Ihwan juga meminta Dinas Peternakan baik provinsi maupun Kota Medan memberikan jaminan bahwa pasokan ternak sapi yang masuk Sumut dan Medan layak konsumsi.
"Apalagi saat ini ada kecemasan di masyarakat Medan yang mulai ragu mengonsumsi daging sapi. Bahkan isu-isu saja warga Medan banyak yang cemas. Apalagi saat ini wabah PMK bukan lagi isu. Jadi jaminan dari instansi terkait sangat penting bahwa daging sapi yang masuk Medan steril dari PMK," kata Ihwan.
Meski wabah PMK bukan lagi isu baru dan pemerintah pernah berhasil menanganinya, kata Ihwan, pemerintah perlu juga melakukan vaksinasi bagi hewan ternak tersebut.
"Tidak hanya manusia saja yang perlu divaksin dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, hewan ternak juga perlu sebagai bentuk antisipasi. Ini juga perlu kita dorong," katanya.
BACA JUGA:
Kocu: Tito Jangan Angkat Sekda Jadi Penjabat Kepala Daerah
Kepastian sterilisasi ternak sapi terkena PMK di Sumut, kata Ihwan, juga sangat penting bagi keberlangsungan pelaku usaha peternakan sapi. Sebab ada kecenderungan omset penjualan ternak sapi menurun dampak isu ketakutan masyarakat akan PMK.
Persoalan wabah PMK yang menyerang hewan ternak sapi, juga menjadi persoalan nasional. Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan juga turun ke Lampung untuk mengantisipasi wabah PMK tersebut.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
DPRD Medan Marah Bantuan Warga Dipotong Kepala Lingkungan, Camat: Sudah Kita Kasih SP1
DPRD Medan Makan Gaji Buta, Tak Peka Masalah Warga
Ketua DPRD Medan Saran Pedagang Pasar Aksara Ganti Dagangan Basah ke Barang Kering
Idrus Junaidi Sampaikan Kekecewaan ke Ketua DPRD Medan, Dana Hibah KORMI Berubah Jadwal Pencairan
DPRD Medan Minta Pembelian 2001 Becak Sampah Untuk Program Pembangkit Listrik
Warga Keluhkan Tumpukan Sampah Pascabanjir ke Anggota DPRD Medan: Segera Kita Tuntaskan
Komentar