Wartawan Bali Desak Prabowo Minta Maaf
Redaksi - Senin, 03 Agustus 2026 16:00 WIB
Poto: Istimewa
Aksi wartawan di Bali.
drberita.id -Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) menggelar aksi demonstrasi menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta maaf dengan menyebut profesi wartawan sebagai 'Londo Ireng'.
Pernyataan kontroversial Prabowo tersebut sebelumnya terlontar saat puncak peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta, akhir Juli lalu. Stigma ini memicu kemarahan insan pers karena dinilai mendelegitimasi kerja-kerja jurnalistik.
Koordinator Aksi SJB, Rizki Setyo Samudero menegaskan narasi yang dihembuskan Presiden merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi pers sekaligus cermin sikap antikritik pemerintah.
"Pers bekerja dilindungi undang undang dan kode etik hanya untuk kepentingan publik, bukan agenda asing. Menyerang dan memberi stigma londo ireng sama saja meruntuhkan benteng terakhir pengawasan kekuasaan," tegas Rizki dalam orasi, Senin 3 Agustus 2026.
Aksi yang digelar para insan pers mendapat dukungan dari masyarakat yang secara simbolik membubuhkan tanda tangan diatas kain putih sebagai bentuk dukungan kepada atas Aksi tuntutan permintaan maaf Presiden kepada Jurnalis.
Kepada wartawan, seorang warga denpasar yang mengaku bernama Dimas menjelaskan, wartawan adalah sang pembawa kabar berita atau informasi yang bekerja sesuai fakta dan bebas dari kepentingan politik apalagi kepentingan asing yang dituduhkan oleh Presiden Prabowo.
Presiden seharusnya menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan, karena wartawan adalah pilar demokrasi. "Kalau kita mau jujur karena kerja kerja wartawan program pemerintah tersampaikan informasinya ke masyarakat," tegas Dimas.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Sojamsu: Londo Ireng Tak Ada di Medan
Londo Ireng dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
FIM Dorong Prabowo Perbaiki Tata Kelola Perdagangan Nasional
Prabowo Targetkan 800 BUMN Tutup di Akhir 2026
Presiden Resmikan 5 Bendungan Nasional di NTB
Korban Terdampak Langsung Bencana Aceh Minta Prabowo Perbaiki Data Penerima Bantuan Jadup
Komentar