TULISAN RINGAN: Hanya di Medan Bayar Pakir Tanpa Karcis

Redaksi - Minggu, 14 Maret 2021 11:33 WIB
TULISAN RINGAN: Hanya di Medan Bayar Pakir Tanpa Karcis
Foto: Ilustrasi
Mobil parkir di seputaran Lapangan Merdeka Medan.
drberita.id | Kondisi ini sudah lama berlangsung dan terjadi. Setiap pemilik kenderaan bermotor di Kota Medan pasti mengalaminya. Bayar parkir tanpa karcis. Terkecuali parkir di area gedung milik swasta.

Walikota dan Wakil Walikota Medan Bobby-Aulia sudah tahu, atau pura-pura tidak tahu?


Miris memang, tapi tak ada yang bisa dilakukan. Baik Pemko Medan maupun aparat keamanan. Entah apa penyebabnya sehingga bayar parkir tanpa karcis di Kota Medan berjalan lancar dan seakan tidak melanggar peraturan, sehingga terjadi kebocoran pendapatan asli daerah.


Wakil rakyat Kota Medan juga sepertinya sama, mereka cuek dan seakan tak berdaya. Padahal mereka memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran pendapatan belanja daerah. Atau mungkin mereka juga pura-pura dan terlibat dalam permainan bayar parkir tanpa karcis? hanya Tuhan yang tahu!


[br]

Kondisi ini bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh Bobby dan Aulia. Sesekali cobalah berjalan tanpa pengawalan, seperti para sahabat nabi yang ingin melihat langsung kondisi kehidupan ummatnya di lapangan.

Bobby dan Aulia boleh lihat masalah bayar parkir tanpa karcis tersebut di seputaran Lapangan Merdeka. Untuk pemilik dan pengendara mobil dikenakan Rp 5000, sedangkan sepeda motor Rp 2000.


Tempat lain juga sama. Seperti di Jalan SM. Raja, Jalan Kapten Muslim, Jalan HM Joni, Jalan Menteng Raya, Jalan Denai, Jalan HM Yamin, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Setia Budi, dan jalan-jalan lainnya di Kota Medan.


Padahal, tiap tahun Dinas Perhubungan Kota Medan, dalam APBD selalu menganggarkan puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk belajan pengadaan karcis parkir tersebut. Namun faktanya di lapangan tak ada karcis dipegang oleh juru parkir.


[br]

"Tak ada dikasih toke karcisnya ketua, hanya bed pengenal ini saja yang kita dapat, kata toke tak ada karcis dari dinas," ucap Morlop, juru parkir di Jalan Menteng Raya, sambil menunjukan tanda pengenal.

Bayangkan, jika pendapatan retribusi dari parkir dikelolah secara profesional oleh SDM yang memiliki moral dan berintegritas, dipastikan kebocoran pendapat asli daerah (PAD) Kota Medan dari sektor perparkiran yang sangat luar biasa ini jumlahnya bisa diminimalisir.


Apakah Bobby dan Aulia mampu? itu pertanyaannya.


Jadi, perlu langkah tepat dan cepat dilakukan oleh Bobby dan Aulia untuk menyelamatkan PAD dari retribusi parkir di Kota Medan, agar APBD bertambah besar. Bagaimana caranya? Bobby dan Aulia tak perlu berpikir, cukup mereka berdua minum kopi tanpa gula. Masalah bayar parkir tanpa karcis akan selesai semua.

Semoga sukses, Medan Berkah...!!!

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru