Kisah Bang Is Tinggalkan "Dosa" di Labura

- Senin, 29 Juli 2019 01:05 WIB
Kisah Bang Is Tinggalkan "Dosa" di Labura
drberita/istimewa
Kadis PU Medan Isa Ansyari.
DINAMIKARAKYAT - Perjalanan karir Isa Ansyari sebagai pejabat pemerintah cukup mempesona. Namanya mulai terkenal sejak dirinya dipercaya menjadi Plt Kepala Dinas PU Labuhanbatu Utara (Labura)  tahun 2012 oleh Bupati Khairuddin Syah.

Saat itu dirinya menjabat Sekretaris Dinas PU Labura. Masuk tahun 2013, ia dilantik defenitif menjadi Kepala Dinas oleh Bupati Labura Kharuddin Syah alias Haji Buyung.

Seiring berjalannya waktu yang penuh dengan lika-liku, Isa Ansyari pun akhirnya ditendang oleh Haji Buyung. Tak ada lagi harapan mendapatkan kursi basah di Kabupaten Labura. Tahun 2017 Isa Ansyari nekatkan diri hijrah ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Meski dirinya sempat "parkir" di Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi. Namun keberuntung selalu datang menghampiri. Tak dapat jabatan basah di Provinsi Sumatera Utara, Isa Ansyari masih bisa bernapas lega.

Kedekatannya dengan seorang pengusaha yang selalu mendapatkan kue APBD, saat dirinya kepala dinas di Kabupaten Labura, membuat pria yang akrab disapa Bang Is ini kembali mendapatkan posisi basah dari penguasa.

Berkat bantuan sang pengusaha, tahun 2018 akhirnya Bang Is dilantik oleh Walikota Medan Dzulmi Eldin menjadi Kepala Dinas Lingkungan.

Bang Isa ternyata punya hoki. Tak disangka Dzulmi Eldin senang padanya. Kemampuannya membangun komunikasi dengan pengusaha membuat Eldin merasa bahagia.

Awal 2019 pun kembali Bang Is mendapatkan posisi basah yang pernah diperankannya di Kabupaten Labura. Bang Is kembali dilantik menjadi Kepala Dinas PU Medan oleh Walikota.

"Bang Is itu punya talenta. Di Labura dia cukup capek pasang badan untuk bosnya (bupati), cukup cukup la dia diperiksa polda. Tapi akhirnya dia dibuang juga, mungkin karena KPK yang masuk dan memeriksa bupati," ucap Asril Hasibuan di Medan, akhir pekan.

Koordinator LSM Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Permak) ini cukup kenal dengan Bang Is. Asril merupakan putra daerah labura yang hidup di Kota Medan. Namun sejak Bang Is bertugas di Medan, belum pernah dirinya berkomunikasi dengan penentu kue APBD Dinas PU Medan itu.

"Aku asli anak Labura. Jadi aku tahu betul kisah "dosa" dan sepak terjangnya. BDB Sumut tahun 2013 yang ke Labura itu, dia yang memback-upnya. Makanya waktu diperiksa Polda dia masih ada di sana, sejak KPK memeriksa kasus pengembangan dari tersangka yang ditangkap di Jakarta itulah mulai muncul tanda-tanda bupati membuangnya," terangnya.

Asril mengaku mengetahui semua BDB Sumut tahun 2013 yang ke Pemkab Labura. "Ada semua datanya dengan kita BDB Sumut ke Labura, jadi kita tahu mana dan dimana celahnya. Paham kalilah Bang Is ini kalau soal BDB itu," cetusnya sambil tersenyum.

Soal fee 7% BDB Sumut 2013 yang diakui mantan Sekda Labura Fuad Lubis ke penyidik KPK dan Hakim Tipikor di Jakarta, kata Asril, Bang Is pun sudah paham. "Sudah pernah lah, jadi Bang Is itu pasti pahamlah harus bagaimana membagi kue-kue di PU Medan, tak mungkin ikan diajari berenang," kata Asril mengakhiri. (art/drc)

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru