Alasan Hujan dan Banjir, Proyek Jembatan Aek Sordang Hingga Januari 2022 Belum Selesai
Poto: Darrenz
Proyek Jembatan Aek Sordang
drberita.id | Beralasan kerap kali diterjang bencana banjir, pekerjaan proyek jembatan senilai hampir Rp 1 miliar di Dusun Aek Sordang, Desa Pulo Dogom, Labura, Sumut, tak kunjung rampung pengerjaannya.
Pantauan wartawan, hingga 19 Januari 2022, pekerjaan proyek itu diperkirakan baru selesai sekitar 70%. Tampak di lokasi sejumlah tukang masih melakukan pekerjaan pengecoran dan pembesian.
Saat wartawan mencoba bertanya-tanya pada beberapa orang pekerja di proyek berjudul Pembangunan Jembatan di Dusun Aek Sordang, itu mereka menyebut bahwa sebenarnya pekerjaan proyek sudah dikebut, namun terkendala oleh banjir sehingga tidak terselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
BACA JUGA:
Romeo Tampubolon Desak Polda Sumut Tangkap Mafia Judi Tembak Ikan
"Ini sudah dikerjakan sejak bulan sepuluh kemarin, bang, tapi memang tak bisa kita siapkan karena diterjang banjir," ujar salah seorang tukang yang enggan menyebutkan identitasnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Labura, Ali Armaya saat dikonfirmasi mengatakan proyek jembatan tersebut telah dilakukan adendum atau perubahan kontrak dengan memberi perpanjangan waktu untuk penyelesaian pekerjaan.
Disinggung terkait force majeure atau keadaan yang memaksa sehingga harus dilakukan adendum, Ali Armaya memastikan penyebab keterlambatan pekerjaan akibat bencana banjir.
"Itu memang terkendala karena banjir bang. Curah hujan tinggi, dan data tentang curah hujan dari Badan Metereologi dan Klimatologi (BMKG) juga ada," ujar Ali Armaya melalui sambungan telepon, Rabu, 19 Januiari 2022.
BACA JUGA:
Ombudsman Sumut Kecewa Rektor UINSU Mangkir dari Panggilan
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) Pemkab Labura Sofyan Yusma yang dikonfirmasi terkait pembayaran proyek jembatan tersebut hingga kini belum memberikan jawaban.
Direktur CV. Arfa Radhika, Suhendro Ardian saat dikonfirmasi melalui akun whatsappnya terkesan enggan berkomentar. "Langsung aja jumpai Pak Haris, Pak," tulisnya singkat, tanpa memberitahu lebih lanjut siapa pemilik nama yang dimaksudnya tersebut.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Dugaan Korupsi Proyek Jembatan KA Kisaran - Tanjungbalai Rp. 39,15 Miliar Dilaporkan ke Kajatisu, Mirip Kasus Besitang - Langsa
PT. Rapala Bangun Jalan 13 Km dan 5 Jembatan di Kecamatan Batang Serangan Langkat dari CSR
Kejagung Diminta Datang ke Kepulauan Nias Periksa Proyek Jalan dan Jembatan Nasional Ratusan Miliar
Lelang Proyek Jembatan Aek Batahan Madina Jadi Rebutan, Kabarnya Sudah Ada Calon Pemenang
Pemkab Labura Donasi ke Palestina Rp345,5 Juta
Miris, Jembatan Tano Ponggol Gelap Gulita
Komentar