Mahasiswa UINSU Demo Polda Sumut Desak Tangkap Rektor

- Jumat, 07 Agustus 2020 17:16 WIB
Mahasiswa UINSU Demo Polda Sumut Desak Tangkap Rektor
Foto: Istimewa
Massa Ampera demo depan Mapoldasu.
drberita.id | Belasan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pergerakan (Ampera) berunjukrasa mendesak Polda Sumut untuk segera menangkap Rektor Prof. Saidurrahman.

Aksi mahasiswa ini dalam rangka menyambut HUT RI ke 75 tahun dan rekor MURI yang diterima UINSU dan Polda Sumut, Jumat 7 Agustus 2020.


Jordanysa selaku orator dalam aksi menyampaikan rekor MURI yang diterima tidak sebanding dengan nilai gedung kuliah terpadu UINSU yang mangkrak sebesar Rp 45,7 miliar.

"Tidak ada manfaat rekor MURI itu pada mahasiswa, selesaikan dulu gedung mangkarak yang ditangani tipikor polda itu. Masalah KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) dan rekening mahasiswa tahun 2017 lebih layak dapat rekor MURI," kata Jordansyah.


"Polda Sumut jangan lagi memperlama penyidikan kasus, segera tangkap rektor UINSU Saidurrahman," tegasnya kembali.


Tak hanya itu, Zulhamdi Batubara juga mepertanyakan sikap Polda Sumut yang sampai saat ini belum memberikan kepastian hukum pada perkara dugaan korupsi gedung kuliah terpadu UINSU yang mangkrak.

"Apa kerja kalian penyidik tipikor, apa gak kasihan kalian sama orang tua mahasiswa banting tulang dan hutang sana sini mencari uang kulliah, toh nyatanya gedungnya aja engak siap-siap, dimana jadinya kami akan belajar," kata Zulhamdi.


Sementara itu, Ketua Ampera Taufik Habibi mengapresiasi kinerja penegak hukum di Sumatera Utara khususnya Kejatisu.

"Permasalahan ini telah ada dimasa Komjen Pol Agus Andrianto hingga Irjen Pol Martuani Sormin. Dua jenderal ini telah menduduki kursi komando Mapoldasu. Perkara gedung mangkrak ini belum juga terselesaikan secara hukum. Mahasiswa UINSU selalu bertanya-tanya tentang status gedung itu," kata Taufik.


Karena tak ada tanggapan dari pihak Polda, massa bergerak dari Mapoldasu ke Kantor Kejatisu. Massa yang orasi langsung disambut Kasi C Intelijen M. Yusuf.


Massa meminta Kejatisu untuk masuk ke UINSU agar dugaan korupsi yang terjadi cepat terungkap.

Kasi C Intelijen M. Yusuf mengapresiasi orasi yang disampaikan massa Ampera, yang percaya kepada Kejatisu. "Kasus ini memang sudah lama, namun kami perlu mempelajari lebih lanjut lagi," katanya.



art/drb

SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru