Ratusan Warga Kualuh Geruduk DPRD dan Kantor Bupati Labura
Poto: Darrenz
Bupati Hendriyanto Sitorus duduk bersama warga pengunjukrasa.
drberita.id | Ratusan warga Kecamatan Kualuh Hulu, Kualuh Selatan, Kualuh Hilir, dan Kualuh Leidong, yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Pembangunan Labura, berunjukrasa di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kamis 27 Oktober 2022.
Unjukrasa ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kerusakan parah yang terjadi pada jalan penghubung Tanjung Pasir - Tanjung Leidong, hingga menyulitkan warga untuk beraktivitas dan berdampak buruk pada perekonomian warga.
Sembari membawa keranda yang menyimbolkan matinya rasa keadilan sosial, massa berorasi dan mendesak agar para wakil rakyat peduli dan membantu warga mendesak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) agar segera memperbaiki jalan menuju tinggal warga di wilayah pesisir.
BACA JUGA:
Besok, Polda Sumut Gelar Perkara Khusus Kasus Dugaan Anak Anggota DPRD Labura
Tak mendapat jawaban yang memuaskan, massa kemudian memaksa beberapa anggota DPRD yang menerima kehadiran mereka untuk berjalan bersama menuju kantor bupati yang berada sekitar 300 meter dari gedung dewan.
Tiba di kantor bupati, ratusan warga ini langsung disambut oleh Bupati Hendriyanto Sitorus yang tampaknya memang sudah menanti kedatangan pengunjukrasa.
Didampingi Wakil Bupati, Samsul Tanjung, Sekda M. Suib, para asisten dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), meskipun cuaca panas menyengat, Hendriyanto langsung mengajak massa untuk duduk bersama di badan jalan halaman kantor bupati.
Di hadapan massa, Hendriyanto menjelaskan, pada tahun anggaran 2023, Pemkab Labura sudah mengusulkan anggaran sekira Rp 70 miliar untuk memperbaiki 40 km jalan penghubung Tanjung Pasir - Tanjung Leidong.
"Sudah kita usulkan, tahun depan ada Rp 70 miliar rupiah yang akan dipergunakan untuk perbaikan sekitar 40 kilometer jalan Tanjung Pasir - Tanjung Leidong. Mudah-mudahan usulan ini nanti dapat disetujui oleh dewan," terang Hendriyanto.
Selain itu, untuk menjawab kerisauan warga, Hendriyanto juga langsung memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turun pada hari itu juga ke lokasi jalan rusak, untuk memetakan secara teknis permasalahan jalan yang sudah sangat menyengsarakan rakyat itu.
"Sekarang juga saya perintahkan Kadis PU turun ke sana untuk mengetahui secara teknis persoalan jalan rusak itu. Kemudian, untuk sementara ini, akan kita kirimkan material batu untuk menimbun badan jalan, agar masyarakat tidak terlalu sulit untuk melaluinya," lanjut Hendriyanto.
BACA JUGA:
Tuan Hasan Maksum Dilaporkan ke Polres Labuhanbatu
Usai berdialog, dikomandoi pimpinan aksi, Tagor Tampubolon, massa kemudian memaksa Hendriyanto dan para anggota DPRD yang turut bersama mereka untuk menandatangani nota kesepahaman agar tidak lagi menghalang-halangi anggaran yang diusulkan oleh bupati untuk memperbaiki jalan itu.
Anggota DPRD yang dipaksa menandatangani nota kesepahaman itu di antaranya Agustinus Simamora, Sugito, dan M. Rafiq. Sedangkan Afriyanti Simangunsong yang semula turut berjalan bersama pengunjukrasa, saat nota kesepahaman itu ditandatangani, sudah tak berada di lokasi unjukrasa.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Pemkab Labura Donasi ke Palestina Rp345,5 Juta
Pulang dari Bandung, Komisi A Segera Panggil Semua Pihak Terkait PMKS PT. Sawit Sumatera
Soal Izin PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa, Ketua Komisi A: Akan Kita Crosschek ke Lapangan
PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa tak Berizin, Bupati Hendriyanto: Nanti Saya Konfirmasi
KPK-RI Desak Pemkab Labura Tutup PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa
PMKS PT. Sawit Sumatera Perkasa tak Berizin, Kasatpol PP: Kami Tunggu Perintah Pimpinan
Komentar